Indonesia Asian Games Organizing Committe (INASGOC) berjanji akan terus melakukan persiapan yang matang menjelang perhelatan Asian Games 2018 Agustus nanti. Ketua INASGO, Erick Thohir menyebut, salah satu yang dipersiapkan adalah terkiat software. Ini menurutnya lebih penting dibandingkan dengan venue pada perhatiannya kali ini.
"Kalau masalah venue kan pasti jadi, venue itu pasti jadi, nah software ini yang perlu dipikirkan," tuturnya di Forum Merdeka Barat, Jakarta (13/5).
Software di sini ialah masalah listrik, wi fi, serta sarana dan prasarana yakni alat-alat pertandingan yang dapat berjalan dengan baik di hari acara.
"Di venue ini nanti kan pasti banyak softwarenya. Jadi bagaimana listrik, wi fi ini bisa jalan. Pertandingan olahraga akan live, China saja 12 jam. Jadi 1 hari bakal ada 19 game yang berjalan, nggak mungkin kan listrik mati di tengah-tengah," ujarnya.
"Bagaimana wi fi dan listrik ini nantinya bisa di support dari Pertamina dan PLN jadi satu kesatuan dari panitia. Dan jangan sampai drop listrik ini, target kita 5 miliar penonton ini kalau bisa kita jaga media valuenya, softwarenya harus bagus," tambah Erick.
Erick menegaskan, kebutuhan akan software yang memadai pada hari acara akan mendukung kesuksesan Asian Games 2018 nantinya.
"Ya kan untuk venue pak wagub confident selesai, kementerian PUPR confident selesai, yang dari Palembang juga confident selesai. Venue yang penting selesai, yang sekarang adalah software venue yang penting," tuturnya.
Sementara itu, situasi pasca pemboman yang terjadi di Gereja Santa Maria, Kota Surabaya, Erick mengungkapkan bahwa kondisi tersebut tidak menganggu kepercayaan sponsor yang ada.
"Sponsor nggak terganggu. Sponsor kan impact. Jadi impact yang sudah kita berikan pada sponsor memang mereka senang sekali. 60 persen ini yang parade sponsor. Sponsor puas dengan kinerja. Dia ingin jadi bagian dari Indonesia. Ini bagian dari CSR juga. Ini semua menunjukkan kita inginkan kesuksesan untuk Asian Games 2018," tutupnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com