Ekspor komoditas RI bakal kena dampak putusan Brexit
Merdeka.com - Negara Inggris telah memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa. Hal ini bakal berdampak pada perekonomian global termasuk Indonesia.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit) harus diantisipasi oleh pemerintah. Alasannya, gejolak yang terjadi di Uni Eropa membuat investor asing melarikan diri ke Amerika yang notabene nilai mata uangnya cukup kuat.
"Kalau orang banyak mencari Dolar lagi tentu yang terjadi akan seperti 2015 kemarin. Dolar akan menguat. kalau dollar menguat Rupiah jadi melemah. Kalau itu terjadi kita akan tertekan," ujar Enny saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Jumat (24/6).
Lanjut Enny, keputusan Brexit juga membuat harga komoditas ikut anjlok. Hal ini dinilai akan membuat ekspor komoditas Indonesia menjadi tidak optimal.
"Ini menunjukan recovery Eropa masih pesimis sehingga ini berdampak kepada ekonomi global yang berdampak langsung adalah harga komoditas. Kalau komoditas harganya masih jatuh ya ekspor kita tidak akan optimal, tumbuhnya negatif terus," katanya.
Untuk itu, Enny meminta pemerintah bisa memanfaatkan momentum ini sebagai peluang untuk mengurangi impor dan meningkatkan produktifitas dalam negeri.
"Kalau kita pintar mengambil peluang ya justru mestinya mengurangi impor dan memacu pertumbuhan dalam negeri. itu kan kita tidak pernah belajar seperti itu, tidak ada kebijakan antisipatif seperti itu. Tapi yang terpenting adalah bagaimana mengantisipasi pelemahan depresiasi nilai tukar Rupiah," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya