Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR menyayangkan penurunan harga Premium tak masuk paket kebijakan

DPR menyayangkan penurunan harga Premium tak masuk paket kebijakan Antrean BBM. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Paket kebijakan ekonomi jilid III yang dikeluarkan pemerintah direspon positif. Namun, pemerintah tak juga menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium ditengah anjloknya harga minyak dunia.

Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun menyayangkan penurunan harga Premium tak masuk dalam paket kebijakan tersebut. Walaupun, kata dia, pemerintah sudah menurunkan harga Solar dan Pertalite.

"Saya mengusulkan premium diturunkan tarif dasar listrik juga diturunkan karena saya meyakini ini bukan akhir dari kebijakan pemerintah, masih akan ada jilid-jilid berikutnya" ujar Misbakhun di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/10).

Dia menegaskan penurunan harga Premium berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat. Meskipun, saat ini PT Pertamina (Persero) masih mengalami kerugian dua persen dari penjualan Premium per liter

"Biar dua persen tersebut menjadi pub Pertamina," kata dia.

Kendati demikian, kata dia, penurunan harga Premium dapat membuat dividen pemerintah turun.

"Namun, penurunan ini untuk menjaga pertumbuhan dengan mendorong daya beli masyarakat," pungkas dia.

Baca juga:Di paket ekonomi jilid III, pemerintah hanya turunkan harga solarDPR: Kalau mau konkret, pemerintah turunkan harga BBMMenkeu Bambang: Lebih baik jaga harga beras ketimbang PremiumPertamina: Kalau tidak dihapus, setidaknya pajak BBM bisa dikurangiDPR: Pengurangan pajak efektif turunkan harga BBM (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP