Cerita bandara Kepri yang segera jadi airport mall

Bandara ini semula diberi nama Bandara Kijang.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Cerita bandara Kepri yang segera jadi airport mall
Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. ©photobucket.com

PT Angkasa Pura II mempunyai beberapa bandara di Indonesia bagian barat, salah satunya adalah bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Dalam sejarahnya, ternyata bandara ini sebelumnya bernama bandara Kijang yang diresmikan tahun 1953.

General Manager Bandara Raja Haji Fisabilillah Internasional Airport Yayan Hendrayani menceritakan setelah diresmikan, pada tahun 1958, bandara tersebut dikelola oleh UPT (Unit Pelaksana Teknis). Kemudian tahun 2000, bandara Kijang tersebut diambil alih oleh Angkasa Pura II.

"Pada 2008, bandara Kijang menjadi Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah dan tahun ini penerbangan perdana dilakukan oleh Sriwijaya Air," jelas Yayan di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (17/4).

Sebelum berubah nama pada tahun 2008, setahun sebelumnya Merpati telah memulai penerbangan perdananya. Terus berjalan, pada tahun 2010 Batavia Air membuka penerbangan ke Tanjung Pinang. Saat ini Batavia telah dinyatakan pailit dan tidak ada lagi penerbangan menuju ke bandara tersebut.

"Kemudian tahun 2011, Lion Air baru masuk, dari Jakarta ke Tanjung Pinang," jelasnya

Hingga saat ini, maskapai yang beroperasi ke Tanjung Pinang tinggal Sriwijaya Air, Lion Air, serta Sky Aviation yang melayani penerbangan antar pulau di Kepulauan Riau. "Batavia tidak lagi karena usahanya sendiri. Merpati juga tidak lagi karena mungkin orientasi mereka ke wilayah timur," jelasnya.

Seiring dengan meningkatnya pengunjung ke Tanjung Pinang, Angkasa Pura ingin meningkatkan kualitas bandaranya. Ke depan, bandar udara ini akan serupa dengan sebuah kota yang dilengkapi dengan pusat-pusat belanja. Namun, bandara ini tidak melupakan konsep ramah lingkungan. Oleh karena itu, bandara ini dibangun sebagian besar dengan kaca agar sumber cahaya dimaksimalkan dari matahari.

"Masih dalam progres semuanya masih perlu penyempurnaan," ujarnya singkat.

Rekomendasi