Bos Bio Farma Harga Vaksin Gotong Royong di Bawah Rp 1 Juta, Ini Rinciannya

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir membocorkan harga vaksin Covid-19 program Gotong Royong. Menurutnya, harga vaksinasi untuk karyawan swasta dan BUMN tersebut sebesar Rp439,570 untuk satu kali penyuntikan sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Bos Bio Farma Harga Vaksin Gotong Royong di Bawah Rp 1 Juta, Ini Rinciannya
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir. ©2020 Merdeka.com

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir membocorkan harga vaksin Covid-19 program Gotong Royong. Menurutnya, harga vaksinasi untuk karyawan swasta dan BUMN tersebut sebesar Rp439.570 untuk satu kali penyuntikan sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Tarif yang ditepakan oleh Menkes yaitu untuk vaksin sendiri sebesar Rp321.660 dan layanan vaksinasi sebesar Rp117.910. Artinya total untuk satu kali penyuntikan vaksin gotong royong itu sebesar Rp439.570 dan itu sudah berjalan," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5).

Dengan demikian, dipastikan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mendaftarkan satu orang karyawannya dalam program Vaksin Gotong Royong masih di bawah Rp1 juta. Mengingat, total biaya untuk dua kali penyuntikan tersebut mencapai Rp 879.140 untuk dua kali suntikan.

Adapun, saat ini, jenis vaksin Covid-19 yang digunakan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) baru tersedia sebanyak satu jenis. Yaitu, vaksin Sinopharm. Kendati demikian, Bio Farma menyebut bakal ada dua jenis vaksin tambahan asal China untuk mendorong percepatan program vaksin Gotong Royong. Yakni vaksin Sinopharm dan CanSino.

"Dari keputusan Menkes yang kita terima, sampai saat ini ada dua jenis vaksin yang sudah disetujui untuk menjadi bagian dari vaksinasi gotong royong yaitu Sinopharm dari China dan CanSino dari China. Ada satu yang sedang diproses EUA dengan BPOM, tentunya kita menunggu proses lebih lanjut nanti untuk supply agreement-nya," jelasnya.

Rekomendasi