BI prediksi pelemahan ekonomi China pukul pertumbuhan RI 0,6 persen

Bank sentral memperkirakan pelemahan ekonomi China masih akan berlangsung hingga tahun depan.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
BI prediksi pelemahan ekonomi China pukul pertumbuhan RI 0,6 persen
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo diperiksa KPK. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Tahun depan perekonomian China diprediksi tumbuh melambat atau hanya di level 6,5 persen. Kondisi ini dikhawatirkan akan ikut berdampak kepada perekonomian dalam negeri.Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, dalam lima tahun terakhir, ekonomi China turun menjadi 7,5 persen. Jika di tahun depan perekonomian China turun ke 6,5 persen, maka akan berpengaruh terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,4 persen-0,6 persen di 2016."Ini perlu diwaspadai karena ekonomi China erat ke ekonomi dunia," ujarnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (14/12).Sementara, Agus mengungkapkan ekonomi dunia di 2015 sebelumnya diperkirakan tumbuh 3,8 persen, namun terkoreksi kembali menjadi di kisaran 3,5 persen. "Jadi perkiraan 3,8 persen sekarang sudah 3,5 persen-3,6 persen. Bisa lebih rendah lagi dan kita perlu waspadai. Terlebih ekonomi China sedang melambat," jelas dia. Pusat Informasi Negara China mencatat, pada kuartal ketiga 2015, ekonomi China hanya mampu tumbuh 6,9 persen. Pertumbuhan ekonomi ini merupakan yang paling rendah sejak krisis ekonomi global pada kuartal pertama 2009.Kendati pertumbuhan ekonomi China tengah melambat, namun China optimistis jika ekonomi masih tangguh apabila pemerintah merestrukturisasi ekonomi. Sehingga masih ada peluang untuk memperluas permintaan domestik, mengingat besarnya potensi pasar.

Rekomendasi