Belum hasilkan pilot kompeten, dua sekolah penerbangan ditutup Menhub Budi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan masih ada sekitar 600 tenaga pilot AB Initio yang belum terserap karena sejumlah faktor, salah satunya yaitu tidak bisa bersaing dan mendapatkan pekerjaan sebagai pilot di maskapai.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Belum hasilkan pilot kompeten, dua sekolah penerbangan ditutup Menhub Budi
Ilustrasi pilot. ©Shutterstock.com/Andresr

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menutup dua sekolah penerbangan karena dinilai tidak bisa mencetak pilot-pilot berkompeten dan memiliki daya saing. Sebab, masih ada sekitar 600 tenaga pilot AB Initio yang belum terserap karena sejumlah faktor, salah satunya yaitu tidak bisa bersaing dan mendapatkan pekerjaan sebagai pilot di maskapai.

"Dua sekolah yang sudah kita tutup, satu lagi menyusul bulan depan. Kita sudah peringatkan selama satu tahun," kata Budi pada pembukaan diskusi Penyerapan Pilot AB Initio di Jakarta seperti dikutip Antara, Rabu (24/1).

Pilot AB Initio merupakan pilot yang baru menyelesaikan pendidikan di sekolah pilot dan mendapat lisensi untuk menerbangkan pesawat komersil, namun belum memiliki pengalaman terbang dan pengalaman terbangnya hanya ketika di sekolah penerbangan.

Karena itu, dia memerintahkan kepada pilot AB Initio untuk meningkatkan kompetensi dan mengoreksi diri (self correction) karena sudah masuk sekolah penerbangan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Bagi maskapai, kompetisi itu ketat, baik keilmuan maupun kepribadian. Jangan hanya ingin pakai kacamata hitam, jaket kulit, tapi harus melakukan self-correction. Tanya pada diri sendiri apakah sudah maksimal," imbuhnya.

Selain itu, Budi juga memberikan peringatan kepada 18 sekolah pilot yang ada di Indonesia untuk memenuhi standar kurikulum yang sudah diatur dalam undang-undang. Apabila, sekolah-sekolah penerbangan tersebut tidak mampu untuk memenuhi standar itu semua, maka diinstruksikan untuk melakukan penggabungan sekolah (merger).

"Sekolah itu harus berlomba-lomba menjadi baik, kalau tidak mau merger, supaya kualifikasi pendidikan membaik, hasil membaik, bukan cari duit saja," tegas Budi.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Muzaffar Ismail mengatakan pihaknya sudah menyurati delapan sekolah pilot yang dinilai tidak memenuhi kualifikasi.

"Hasil audit tahun lalu, ada delapan sekolah penerbangan yang kita surati karena tidak memenuhi. Februari mendatang akan kita evaluasi," jelasnya.

Rekomendasi