PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pembiayaan kredit kendaraan bermotor (KKB) pada semester I-2017 (Januari-Juni) mencapai Rp 23,7 triliun. Angka ini tumbuh 24,64 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.
Direktur Retail Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Tardi mengatakan, pembiayaan ini disalurkan untuk kepemilikan mobil dan untuk membiayai kepemilikan sepeda motor. Dengan adanya pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, dia berharap pembiayaan KKB bisa meningkat hingga Rp 450 miliar.
"Kami berharap target pembiayaan Autoloan Mandiri Group hingga akhir 2017 dapat mencapai Rp 27,6 triliun dan melalui perhelatan event GIIAS 2017 ini ditargetkan bisa mencapai Rp 450 miliar," kata Tardi, Kamis (10/8).
Dia menambahkan, Bank Mandiri juga terus memperkuat kehadiran di pembiayaan kendaraan bermotor melalui pengembangan jaringan perusahaan anak, Mandiri Utama Finance (MUF) dan Mandiri Tunas Finance (MTF), yang ditargetkan dapat menambah nasabah kisaran 4.000 hingga 5.000 nasabah hingga akhir tahun.
Selain itu, Bank Syariah Mandiri juga telah membuka layanan pembiayaan kepemilikan berbasis syariah (BSM OTO) di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Lampung, Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Makassar.
"Saat ini, Jaringan kredit pembiayaan kendaraan bermotor melalui 2 perusahaan anak Bank Mandiri telah mencapai 104 kantor cabang di berbagai wilayah Indonesia," pungkasnya.