Kementerian Sosial kembali menggelar Rapat Kordinasi Program Keluarga Harapan (PKH). Rakor dihadiri oleh pihak terkait seperti Himbara (himpunan bank negara), kepala daerah dan beberapa lembaga terkait lainnya.
Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan saat ini pemerintah memiliki target untuk menurunkan presentase angka kemiskinan di akhir tahun. Berdasarkan data BPS, presentase kemiskinan di Indonesia pada Maret 2018 mencapai 9,82 persen.
"Target kita akhir 2018 masuk 2019 ini diturunkan lagi lebih rendah kita ingin sampaikan 9-9,3 persen," kata Idrus di Grand Sahid Jaya, Rabu (8/8).
Mensos Idrus yang berafiliasi dengan Kemenko PMK tersebut optimis bisa mencapai target tersebut. Terlebih lagi, anggaran untuk program PKH bahkan sudah ditambah hingga dua kali lipat sehingga bisa mendongkrak kinerja program-program penurunan kemiskinan.
Agar program tersebut tepat sasaran, pemerintah akan mengambil kebijakan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. "Program-program kebijakan yang diambil pemerintah betul-betul sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sesuai dengan masalah rakyat, sesuai harapan masa depan," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial Idrus Marham menegaskan bahwa anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) bakal mencapai Rp 31 triliun pada 2019. Angka ini meningkat dua kali lipat dari tahun 2018 yang hanya Rp 17 triliun.
"Sesuai dengan arahan bapak presiden untuk PKH anggarannya ditambah 2 kali lipat," ujar dia.
Idrus menjelaskan, di 2018 anggaran PKH sebanyak Rp 17 triliun diperuntukkan bagi 10 juta keluarga penerima manfaat. Tahun depan, anggaran PKH tetap disalurkan kepada 10 juta keluarga namun dengan sistem berbeda. Di mana, jika beban keluarga semakin besar maka bantuan PKH yang diperoleh semakin tinggi.
"Sistemnya 2019 akan berbeda tidak lagi non flat tapi disesuaikan dengan beban per keluarganya," ujar Idrus.