Amunisi mendag anyar agar rakyat tak lagi rasakan harga pangan mahal

Presiden Joko Widodo memberi waktu tiga bulan untuk anak buahnya merumuskan pengendalian inflasi yang efektif.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Amunisi mendag anyar agar rakyat tak lagi rasakan harga pangan mahal
Mendag Enggartiasto blusukan. ©2016 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo memberi waktu tiga bulan untuk anak buahnya merumuskan pengendalian inflasi yang efektif. Termasuk di dalamnya bagaimana menjaga stok pangan."Presiden kasih waktu 3 bulan. Kalau memang belum cukup kami harus berani impor, kalau stoknya lebih harus berani ekspor," kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution saat Rapat Koordinasi VII Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2016, Jakarta.Presiden Jokowi sendiri mengingatkan bahwa akan percuma upaya menggenjot pertumbuhan jika harga barang semua mahal."Inflasi tinggi rakyat tekor. Kalau pertumbuhan 9 persen inflasi 3 persen itu yang kita cari. Berarti rakyat belinya mudah sekali. Ini yang harus kita ketahui kenapa pertumbuhan dan inflasi penting. Hati-hati jangan bangga dulu terhadap pertumbuhan kalau tidak bisa kendalikan inflasi," pungkasnya.Menteri Perdagangan anyar, Enggartiasto Lukita, mengungkapkan jika dirinya sudah memiliki sejumlah amunisi untuk mewujudkan visi dan misi presiden. Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah strateginya.

Pemerintah Jokowi-JK terus membuka keran impor daging untuk menstabilkan harga dalam negeri. Daging sapi rencananya akan didatangkan langsung dari beberapa negara seperti Meksiko, Argentina, Brasil dan Spanyol."Ada dari Meksiko, Argentina, Brasil, Spanyol, kita buka. Kita akan segera buka dalam tahun ini. G to G nanti kita lakukan. Diversifikasi sumber," ucap Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta.Menurut Enggar, jika Indonesia hanya mendatangkan daging sapi dari satu negara maka itu bisa disebut monopoli perdagangan."Ya pasti dengan demikian (diversifikasi sumber) ada keseimbangan harga," katanya.

Setelah melakukan kunjungan ke dua pasar di Tangerang, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito masih mendapatkan harga daging sapi yang dijual tinggi. Harga daging sapi di pasar Anyar di kisaran Rp 110.000 per kilogram (kg), sedangkan di Pasar Modern BSD dijual di kisaran Rp 130.000 per kg.Enggar bakal mencabut izin impor perusahaan yang diduga melakukan permainan harga daging sapi. "Harga daging sapi di kedua pasar tersebut masih tinggi Saya cabut izinnya, susah amat. Kalau mereka gak sanggup, banyak orang yang sanggup," katanya di Pasar Anyar, Tangerang.Enggar menegaskan, untung yang diperoleh pengusaha tidak boleh berlebihan sehingga dapat menyengsarakan rakyat karena harga daging yang mahal. "Semua pengusaha boleh ada untung tapi tidak boleh ada untung yang berlebihan yang menyengsarakan rakyat. Kalau berlebihan, secara sederhana, kalau saya gelontorkan suplainya, maka mereka akan terganggu. Mari kita sama-sama menjaga," jelasnya.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengaku sudah mengantongi solusi masalah harga pangan di Indonesia. Guna menjaga pasokan, dia mewajibkan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk membeli beras petani.Dengan demikian, petani memiliki modal untuk menanam kembali. "Berapapun hasil panennya, Bulog harus beli! Dengan harga yang kita tetapkan dan petani tidak akan rugi untuk itu. Kalau Bulog tidak mau membeli maka bulog akan kita tegur untuk melakukan itu," tegasnya di Hotel Merlynn, Jakarta.

Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan akan meminta pengusaha penggemukan sapi (feedloter) untuk tidak lagi melakukan pemotongan sapi maupun penggemukan, tetapi juga ikut melakukan pembibitan. Perubahan peran ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga daging di pasaran.Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, perubahan pola kegiatan feedloter dilakukan agar ada keadilan dengan peternak sapi lainnya. Keadilan yang dimaksud adalah harga jual sapi di pasaran."Kita minta feedloter beternak sapi, bukan memotong sapi saja. Ini agar adil dengan peternak sapi kecil lainnya," kata Enggar di Jakarta."Ironis di republik ini jarang peternak sapi pelihara sapi tahunan. Kalau dia butuh dia pinjam duit. Kemudian dia potong sapinya kalau anak mau sekolah," sambungnya.Selain itu, politisi Partai Nasional Demokrat ini juga akan meminta feedloter untuk bekerja sama dengan peternak kecil. Kerja sama ini dimungkinkan untuk penggemukan sapi-sapi milik peternak kecil agar produksi daging bisa meningkat.

 

Rekomendasi