Pemerintah pusat berkeyakinan, melonjaknya harga beras akhir-akhir ini bukan disebabkan minimnya pasokan. Sebab, di gudang Bulog masih tersedia 1,5 juta ton cadangan beras. Karena itu pemerintah memutuskan tidak membuka keran beras impor.
Besok, Rabu (24/2) Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyambangi kantor Bulog untuk melihat pasokan beras. Jokowi ingin memastikan pasokan mencukupi agar tidak perlu mendatangkan beras impor yang berimbas pada anjloknya harga akibat kelebihan pasokan.
"Jadi kita harus menjaga agar tidak terjadi over suplai beras. presiden komitmen agar saat panen raya tidak akan dimasuki beras impor sehingga harga beras jatuh. Ini bukan saja dalam rangka menjaga kedaulatan pangan tapi juga jaga kesejahteraan petani," ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (24/2).
Menurut Pratikno, presiden menegaskan agar peningkatan produksi beras dibarengi dengan membaiknya kesejahteraan petani. Caranya dengan memberikan harga gabah yang pantas bagi petani.
"Jadi produksi melimpah juga harus dibarengi dengan harga gabah yang relatif baik ke depan. Ini yang dikawal mendag, mentan, dan juga menko perekonomian. Wapres juga kawal ini," ucapnya.