Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa ada enam ancaman yang lebih dahsyat dari pandemi Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun tahun 2022. Ancaman pertama, krisis energi yang masih belum bisa diatasi.
Kedua, ketegangan geopolitik dunia yang kian memanas. Ini sebagai dampak invasi Rusia ke Ukraina yang masih terus berlanjut.
"Kita ketahui tantangan ketegangan geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina masih terjadi," ungkapnya dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2022, Kamis (10/3).
Ancaman ketiga, ialah perubahan iklim atau climate change. Selanjutnya ialah kebijakan normalisasi tingkat suku bunga yang dilakukan oleh negara maju.
"Kita lihat ada potensi beberapa negara maju menaikkan tingkat suku bunga, termasuk di Amerika Serikat," ujarnya.
Kelima, masalah supply chain yang terjadi akibat pemulihan perekonomian global pasca pandemi Covid-19. "Beberapa produk komoditas pangan, seperti gandum langkah," contohnya.
Terakhir, kenaikan harga komoditas khususnya minyak mentah dunia yang telah menembus rekor tertinggi. Tercatat, minyak mentah dunia telah menembus USD 110 per barel.
"Untuk itu, kita berharap kita semua terus bekerja sama agar berbagai tantangan ini bisa kita lalui. Karena, tantangan 2022 tentu tidak sama dengan 2020 dan 2021 lalu," tutupnya.