2017, ESDM catat penerimaan negara dari sektor migas capai Rp 138 triliun

Hasil penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) tahun 2017 mencapai Rp 138 triliun. Lebih tinggi dibanding realisasi tahun 2016 yang sebesar Rp 83,8 triliun, dan juga lebih tinggi 17 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 118 triliun.

Wilfridus Setu Embu
Wilfridus Setu Embu - Reporter

Diterbitkan:

2017, ESDM catat penerimaan negara dari sektor migas capai Rp 138 triliun
Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mencatat hasil penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) tahun 2017 mencapai Rp 138 triliun.

Angka ini lebih tinggi dibanding realisasi tahun 2016 yang sebesar Rp 83,8 triliun. Tak hanya itu, penerimaan negara ini juga lebih tinggi 17 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 118 triliun.

"Penerimaan dari sub sektor Migas mencapai Rp 138 triliun atau 117 persen dari target dalam APBN-P 2017 sebesar 118,4 triliun," ungkap Ego di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/1).

Ada pun komposisi penerimaan Migas 2017 berasal dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dari sektor sumber daya alam (SDA) sebesar Rp 82,5 triliun atau 60 persen dari total penerimaan.

"PPh Rp 49,4 triliun atau 36 persen dari total penerimaan. PNBP lainnya, 6,05 triliun atau 4 persen dari total penerimaan," tutup Ego.

Halaman Berikutnya Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Sentuh Level Rp18.014 per USD
Bagikan
Rekomendasi
Berita Terbaru Selengkapnya Ekonomi