Apabila melihat laman utama Google hari ini, Anda akan menemukan logo Google berubah menjadi gambar seorang pilot wanita. Anda wajib tahu, wanita ini bukan pilot sembarangan, dia adalah Jean Gardner Batten.
Lahir di Rotorya, Selandia Baru 1909, Jean Batten seperti sudah ditakdirkan menjadi pilot wanita paling terkenal sepanjang sejarah. Setelah Jean lahir, ibunya yang bernama Ellen menggantungkan potongan artikel pilot Prancis Bleriothad yang sukses jadi orang pertama yang terbang melewati Selat Inggris beberapa minggu sebelum kelahiran anaknya itu.
Ternyata potongan artikel itu menjadi awal kisah hebat dari Jean Batten di dunia penerbangan.
Jean Batten © nzhistory/nzedgeLegends
Mimpi besar gadis di Era Perang Dunia
Perang Dunia pertama membuat kondisi keluarga Jean masuk masa-masa sulit dan dunia saat itu sangat menganggap remeh 'nilai' anak perempuan.
Melihat rendahnya perlakuan masyarakat terhadap perempuan saat itu membuat Ellen frustasi dan di suatu hari mengajak Jean kecil melihat pesawat-pesawat di pangkalan Kohimarama untuk menenangkan diri. Tidak disangka, dari kunjungan itu minat Jean untuk menjadi pilot muncul.
Setelah mendengar kedatangan pilot Australia Charles Kingsford Smith yang berhasil terbang di atas samudra Pasifik, Jean dengan yakin mengatakan, "Aku ingin belajar menjadi pilot".
Advertisement
Punya bakat musik, pilih jadi pilot
Tidak banyak yang tahu bila Jean sangat berbakat memainkan piano. Tidak aneh bila akhirnya Jean yang pindah ke London tahun 1930 diarahkan oleh ibunya ke sekolah musik.
Jean Batten © nzhistory/nzedgeLegends
Tapi Jean punya rencana lain, dia memulih bergabung ke organisasi London Aeroplane Club dan mengambil kelas penerbangan di Stag Lane Aerodrome. Hanya butuh satu tahun, Jane mengantongi suratv izin menerbangkan pesawat! Padahal saat itu nyaris tidak mungkin bagi wanita untuk lolos ujian.
Advertisement
Perjalanan Inggris-Selandia Baru
Pada tahun 1933, Jean memulai usahanya menjadi pilot wanita pertama yang terbang dari Inggris ke Selandia Baru. Namun pertama dia harus memecahkan rekor penerbangan Amy Johnson, pilot wanita lain yang terbang dari Inggris ke Australia dalam 20 hari.
Ketika itu Jean ingin menuntaskan misinya dalam 14 hari. Namun semua tinggal mimpi saat pesawatnya rusak di India dan harus kembali ke Inggris. Saat itu Jean menggunakan pesawat bi-plane (bersayap ganda) yang hanya muat satu orang.
Jean Batten © nzhistory/nzedgeLegends
Percobaan kedua juga gagal saat Jean kehabisan bahan bakar di Italia. Kegagalan ini bahkan hampir mengambil nyawanya.
Baru di tahun 1934, Jane berhasil terbang dari Inggris ke Australia, tepatnya Darwin, setelah menempuh perjalanan 14 hari 22 jam. Setelah itu, Jean memutuskan kembali ke Inggris, sekaligus menjadi pilot wanita pertama yang terbang pulang pergi Inggris-Australia.
Advertisement
Akhirnya tiba di Selandia Baru
Pada bulan Oktober 1936 Jean memulai penerbangan Inggris-Selandia Baru yang membuat heboh publik. Banyak wartawan dunia yang meliput keberangkatan Jean itu.
Hebatnya, Jean hanya butuh waktu 6 hari untuk terbang dari Inggris ke Australia, sekaligus menjadi rekor penerbangan baru. Kemudian di pertengahan Oktober 1936 Jane melanjutkan penerbangan ke Selandia Baru yang terkenal berbahaya.
Patung Jean Batten © nzhistory/nzedgeLegends
Setelah 10 jam berlalu, Jean akhirnya sampai di bandara Auckland. Sekaligus membungkam kritikan media yang menyampaikan bila usaha Jean sia-sia bahkan berpotensi merugikan negara yang harus mengeluarkan uang besar untuk penyelamatan bila Jean kecelakaan.
Berikut kutipan pernyataannya yang sangat terkenal saat itu.
"Bila aku jatuh di laut, tidak boleh ada yang mencariku. Aku lah yang memilih melakukan penerbangan ini, dan aku percaya diri bisa melakukannya. Aku tidak berharap menyusahkan orang lain atau merugikan negaraku," ucap Jean.