Buat drone bersenjatakan pistol, remaja 18 tahun diamankan petugas
Merdeka.com - Masih berusia belasan tahun, kreatif, dan pandai menjadi idaman banyak orang tua. Namun, kreativitas remaja asal Amerika ini saat menciptakan drone mungkin sebaiknya tidak usah ditiru.
Austin Haughwout adalah remaja berumur 18 tahun yang baru saja diamankan oleh petugas FAA, Badan Penerbangan Amerika. Penangkapan dan interogasi panjang yang dialami oleh Austin adalah buntut pembuatan sebuah drone 'quadcopter' bersenjata, The Next Web (22/07).
Ya, remaja 18 tahun itu sukses membuat sebuah drone dengan 4 baling-baling alias quadcopter yang di bagian depannya dipasangi sebuah pistol.
Yang membuat pihak FAA khawatir, pistol itu bukan hanya pajangan saja, tetapi bisa menembakkan timah panas. Hal itu dibuktikan lewat sebuah video yang diunggah oleh Austin di YouTube.
Dalam video berdurasi 14 detik itu, terlihat drone buatan Austin terbang sambil menembakkan peluru beberapa kali. Belum jelas apakah peluru itu ditembakkan secara otomatis atau dijalankan secara manual lewat remot kontrol.
Tetapi, yang pasti bukti video itu menjadi bukti yang cukup untuk FAA untuk menjatuhkan denda pada Austin. Sebab, berdasarkan aturan FAA, warga sipil dilarang membahayakan orang sekitar dengan drone, apalagi yang bersenjata.
Sampai saat ini FAA masih melakukan investigasi dan menentukan hukuman apa yang pantas dijatuhkan untuk remaja yang sekolah di jurusan teknik mesin itu.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya