Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Wali Kota Medan Pastikan Stok Obat dan Oksigen

Antisipasi gelombang ketiga Covid-19 jelang libur akhir tahun, Wali Kota Medan Bobby Nasution memastikan ketersediaan stok obat-obatan Covid-19 dan oksigen medis dalam kondisi aman.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Wali Kota Medan Pastikan Stok Obat dan Oksigen
Pendistribusian obat Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan mulai menyiapkan strategi untuk mengantisipasi adanya gelombang ketiga Covid-19.

Meski Kota Medan saat ini berada di daerah level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun biasanya kenaikan kasus Covid-19 cenderung terjadi usai libur Natal dan Tahun Baru.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Wali Kota Medan, Bobby Nasution melakukan upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19, di antaranya dengan akselerasi vaksinasi Covid-19 dan menggalakkan 3T, yakni testing (pengetesan), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan).

Selain itu, Bobby juga memastikan ketersediaan stok obat-obatan Covid-19 dan oksigen medis dalam kondisi aman. Meski begitu, Ia berharap gelombang ketiga Covid-19 tidak akan terjadi.

"Jangan karena kita sudah punya ruangan, sudah siapkan isolasi, segala macam menjadikan ini seolah-olah kita sudah siap gelombang ketiga untuk menampung sebanyak-banyaknya korban Covid-19. Kita enggak mau seperti itu," ujar pada Sabtu (13/11), melansir dari Antara.

Obat dan Fasilitas Kesehatan Tersedia

Bobby mengatakan, selain obat-obatan dan oksigen medis, fasilitas kesehatan seperti ruang perawatan atau isolasi terpusat untuk pasien Covid-19 di Kota Medan saat ini semuanya dalam kondisi tersedia.

"Persiapan yang paling penting untuk gelombang ketiga itu adalah pencegahan. Kalau namanya oksigen, obat-obatan dan ruangan, itu masuk ke treatment. Treatment kita siapkan," katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan juga meningkatkan pelacakan kontak erat pasien Covid-19, di samping menggalakkan vaksinasi.

"Pelacakan ini harus kita galakkan dan yang paling penting protokol kesehatan serta serbuan vaksinasi. Ini yang harus terus menerus kita ingatkan pada masyarakat," ujarnya.

Rencana Tutup Tempat Wisata

Sementara itu, pengetatan pengawasan juga dilakukan di sejumlah lokasi wisata menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 ini. Bobby mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi wisata tersebut. "Seperti kita lakukan kemarin yang sampai hari ini juga kita lakukan yakni cek ke tempat-tempat wisata. Kalau sudah mendekati Natal dan Tahun Baru akan kita masifkan lagi," katanya. Bobby juga mengaku masih mempertimbangkan penutupan tempat-tempat wisata dan penyekatan di sejumlah titik perbatasan pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 nanti."Karena yang paling berisiko itu adalah bepergian, berliburnya. Oleh karena itu yang harus kita pantau itu, kegiatan rekreasinya, kita akan mencoba kurangi kegiatan melalui penutupan," ujarnya.

Rekomendasi