Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, sebaiknya pemerintah menerima kritikan dari politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Dia menyarankan ucapan Amien Rais menyebut Presiden Joko Widodo sebagai tukang ngibul terkait program sertifikat tanah untuk masyarakat yang memberikan penilaian.
"Nanti waktu juga yang akan membuktikan apakah kritikan Pak Amien itu benar atau tidak," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/3).
Menurut dia, pemerintah tidak pula sibuk mencari kesalahan pihak yang mengkritik. Sebab, sebagai warga negara Indonesia, siapapun diperbolehkan mengkritik walaupun orang tersebut penuh dengan kesalahan.
"Mentang-mentang dia punya kesalahan dia tidak boleh (mengkritik). Karena kebenaran itu datang dari siapa," ucapnya.
Dia menilai, hal terpenting dalam sebuah kritik isi yang disampaikan. Apalagi, lanjut dia, setiap pengkritik memang mempunyai gaya masing-masing.
"Kalau kritikan itu betul harus segera perbaiki, kalau ihh salah biarkan saja. Biar rakyat yang menilai, karena sesungguhnya kebaikan tidak bisa ditutupi," kata Muzani.
Sebelumnya, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan tersulut terkait ucapan Amien Rais. Dalam pidatonya, Luhut memang tak menyebut nama Amien Rais. Dia menggunakan istilah 'senior' yang diduga merujuk pada Amien Rais yang kerap mengkritik Jokowi.
"Ada senior bilang kasih sertifikat itu ngibulin. Apa yang ngibulin. Sertifikat itu prosesnya panjang dan berbelit. Sekarang cepat dan banyak. Saya pikir kita nggak bisa asal ngomong," kata Luhut, Senin (20/3) malam.
Luhut juga kesal dengan serangan-serangan yang menyebut pemerintah pro-PKI. Menurutnya hal itu cuma kebohongan yang terus disebarkan.
Luhut menegaskan jangan pernah menyebut pemerintah tidak nasionalisme dan menyerang dengan kepentingan asing. Dia menyebut orang yang belum pernah ditembaki tak pantas mengkritik soal nasionalisme.
"Saya perang di Timtim tahun 1975. Anak buah saya gugur 8 orang di Kopassus. Jangan bilang Nasionalisme, kalau belum pernah ditembakin," kata Luhut.
"Kau merasa paling bersih, kamu boleh ngomong. Tapi dosamu banyak juga kok. Udahlah diam saja lah. Tapi jangan main-main. Kita bisa cari dosamu sampai dapat," tegasnya.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com