Tak mau bohongi rakyat terus, DPR minta dana aspirasi Rp 11,2 T

DPR akui terlalu banyak janji yang tak bisa dipenuhi kepada rakyat karena kurangnya anggaran.

Dieqy Hasbi Widhana
Oleh Dieqy Hasbi Widhana - Reporter
Tak mau bohongi rakyat terus, DPR minta dana aspirasi Rp 11,2 T
Gedung DPR. Merdeka.com/Imam Buhori

Sekretaris Fraksi PAN di DPR, Yandri Susanto mengakui selama ini aspirasi masyarakat tak bisa maksimal dipenuhi oleh anggota DPR. Karena itu, DPR saat ini sedang menggodok aturan dana aspirasi untuk memenuhi aspirasi di daerah."Saya sebagai anggota DPR periode kedua itu merasakan betul bahwa jembatan rakyat untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah itu banyak hambatan dan cenderung diabaikan," kata Yandri di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6).Sudah menjadi hal yang lumrah jika selama ini wakil rakyat ketika bersentuhan langsung dengan rakyat, gemar menebar janji. Namun ternyata realisasi dari janji tersebut tak kunjung terealisasi. Pada akhirnya, hal ini mengembangkan kekecewaan dari rakyat."Nah kita di dapil itu selama ini dianggap banyak omong oleh rakyat. ‎Kita datang, Pak nanti akan saya perjuangkan. Ternyata kan enggak ada realisasinya gitu loh. Sementara mereka kan sudah lama menunggu," keluhnya.Namun celah kekurangan tersebut bisa menjadi hal yang positif jika dana aspirasi bisa direalisasikan. Namun tetap saja anggota DPR hanya sebagai pengusul, bukan pengelola anggaran dana tersebut untuk menghindari terjadinya korupsi.Menurut Yandri, di dapilnya sendiri ada jalan yang hingga sepuluh tahun masih rusak dan tak kunjung diurus. Sarana tersebut dibiarkan berantakan."Nah mungkin jalan ini (dana aspirasi) bisa mengantisipasi itu semua. Karena laju pembangunan di daerah itu yang butuh benar-benar terlaksana," ungkapnya.

Rekomendasi