Punya syarat wapres buat dukung Jokowi, Cak Imin bisa loncat ke kubu Prabowo
Merdeka.com - Konstelasi politik jelang pendaftaran capres cawapres yang akan dilakukan 4 hingga 5 Agustus mendatang terus dinamis. Sejumlah parpol masih kasak kusuk apakah akan bergabung dengan poros yang sudah ada atau membentuk poros baru.
Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI) Abdul Hakim mengatakan, semua kemungkinan bisa terjadi menjelang Pilres 2019 mendatang. Dia memprediksi penentuan nama capres cawapres akan ditentukan pada batas akhir pendaftaran.
"Ini seperti politik jaza, yaitu ditentukan pada masa-masa akhir dan semua kemungkinan bisa terjadi," kata Hakim dalam pesan singkat, Kamis (26/4).
Menurutnya, semua tokoh parpol bisa bermanuver apa saja. Salah satu contohnya adalah Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengajukan diri sebagai cawapres Jokowi.
Dia memprediksi bisa saja Cak Imin pindah ke poros lain yakni kubu Prabowo Subianto atau Cikeas. Sebab, dukungan Cak Imin ke Jokowi tidaklah gratis. Apalagi sejauh ini PKB belum secara resmi mendeklarasikan diri mengusung Jokowi pada Pilpres 2019.
"Cak Imin punya kalkulasi, jika dia mendukung pasangan calon, maka dia harus mendapatkan sesuatu," katanya.
Alumnus S2 Ilmu Politik Universitas Nasional ini menilai bisa saja Cak Imin menawarkan diri ke Prabowo dengan mengklaim akan bisa membawa suara NU khususnya Jawa Timur, daerah dimana Prabowo kalah pada 2014. Selain itu, Cak Imin juga bisa saja membentuk poros ketiga bersama PAN dan Demokrat, meskipun peluangnya kecil.
"Semua kemungkinan bisa terjadi. Cak Imin juga belum tentu di Jokowi, karena manuver masih sangat mungkin hingga Agustus mendatang," katanya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya