Wasekjen PPP Ahmad Baidowi menilai kritik yang dilontarkan sejumlah pihak terhadap pertemuan sejumlah elite PSI dengan Presiden Jokowi di Istana beberapa waktu lalu adalah hal biasa. Sebab, kritik adalah bagian dari demokrasi.
"Ndak juga. Kritik itu bagian dari dinamika demokrasi saja," kata pria yang biasa disapa Awiek kepada merdeka.com, Rabu (7/3).
Sebelumnya, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Independen (Formappi), Sebastian Salang menilai kunjungan parpol, ormas dan organisasi kemahasiswaan ke Istana adalah hal yang biasa. Karenanya dia heran dengan munculnya reaksi berlebihan atas pertemuan PSI dan Jokowi.
Salang menilai derasnya badai kritik pada pertemuan PSI dan Jokowi justru akan berdampak ke PSI yang menjadi peserta pemilu pertama kalinya. Karena digagas anak-anak muda, Salang memprediksi PSI dengan gaya 'zaman now' bisa meraup dukungan kalangan milenial.
Menanggapi hal itu, Awiek menanggapi santai. Dia menegaskan PPP tak khawatir pemilih pemula akan lari ke PSI. Menurutnya, setiap parpol memiliki strategi masing-masing buat menjaring pemilih pemula.
"Mengenai pemilih pemula tentu semua parpol sudah memiliki cara masing-masing. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan pertemuan Jokowi-PSI. Itu hanyalah pertemuan biasa saja, sama halnya pertemuan PPP dengan Jokowi, PDIP-Jokowi, Golkar-Jokowi, Perindo-Jokowi, NasDem-Jokowi. Bedanya, hasil pertemuan parpol-parpol tersebut tidak disampaikan ke publik/media," katanya.