Pidato Pertama Sebagai Plt Ketum PPP, Suharso Berlinang Air Mata Mengenang Romi
Merdeka.com - Pasca resmi dikukuhkan sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa menyampaikan pidato pertamanya kepada para pimpinan DPC dan DPW PPP. Dalam pidatonya, Suharso mengenang sosok Romahurmuziy yang baginya sudah seperti adik sendiri.
"Saya tidak pernah bermimpi bisa berdiri di sini menerima mandat ini. Bagi saya Romi anak saya, adik saya," kata Suharso dengan diiringi cucuran air mata dalam Mukernas PPP ke-3, di Hotel Seruni, Cisarua, Bogor, Rabu (20/3) malam.
Suharso menceritakan bahwa mantan ketum PPP itu sudah seperti meteor yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi calon pemimpin bangsa ke depannya. Dirinya melihat bahwa sejauh ini Romi sudah terbukti memiliki bibit, bebet, dan bobot sebagai calon pemimpin.
Dalam kesempatan itu, Suharso juga mempertanyakan apakah partainya harus berlinang air mata karena berlambang Ka'bah.
"Kita tahu sebutan partai dengan lambang Ka'bah letaknya di Mekkah. Mekkah asal katanya 'bakkah' artinya air mata. Apakah kemudian partai kita harus berlinang air mata?" tanyanya kepada peserta Mukernas ke-3 PPP.
Dirinya juga mempertanyakan apa yang telah menghampiri PPP sehingga kekuatan partai berlambang Ka'bah itu tiba-tiba runtuh.
"Ka'bah yang sebagai lambang kita, simbol partai ini tidak dengan serta merta dan dengan mudah diperoleh. Kita didukung kiai besar. Kita tahu sejarah itu, kita semua tahu. Entah apa yang menyengat dan menghampiri kita. Kita punya pimpinan yang hebat-hebat di masa lalu. Kita luar biasa di Orde Baru bahkan di reformasi," ungkap Suharso.
Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya