PDIP Ungkap Alasan Megawati-Puan Tak Hadir di Pernikahan Adik Jokowi dan Ketua MK

Bambang membantah tidak ada undangan. Ia mengatakan, Ketua DPP PDIP Puan Maharani diundang tetapi tidak hadir karena ada acara lain.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
PDIP Ungkap Alasan Megawati-Puan Tak Hadir di Pernikahan Adik Jokowi dan Ketua MK
Rakernas PDIP di Ancol. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Ketua Bappilu PDI Perjuangan Bambang Wuryanto alias akrab disapa Bambang Pacul menjawab isu ketidakhadiran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Puan Maharani, dan elite PDIP di acara pernikahan adik Jokowi Idayati dengan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.

Bambang membantah tidak ada undangan. Ia mengatakan, Ketua DPP PDIP Puan Maharani diundang tetapi tidak hadir karena ada acara lain.

"Mbak Puan diundang. saya pastikan mbak Puan diundang tapi mbak Puan ada acara dua. Pagi ke Bali untuk urusan mitigasi bencana internasional, pak Jokowi juga membuka acara itu. kemudian siangnya mbak Puan harus meresmikan membuka festival kopi nasional," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5).

"Jadi mbak Puan diundang beliau pesen sama saya, mas Pacul, tolong kirim bunga yang bagus," imbuhnya.

Sementara, Megawati tidak dapat hadir karena diduga masalah Covid-19. Selama pandemi, Megawati kerap mengungkap dirinya dilarang ke luar rumah.

"Saya enggak tahu ya karena aku enggal di samping ibu tetapi ibu untuk pertimbangan ke luar itu ibu pasti akan menimbang untuk sangat ketat. Ibu kan dalam masa Covid-19 tidak pernah keluar. Ini keluar pun pasti dievaluasi bener, enggak sembarangan lah," kata Bambang.

Kader PDIP lain pun turut diundang. Bambang mengaku juga diundang tetapi tidak hadir karena urusan keluarga. Ada yang menggantikannya datang ke pernikahan adik Jokowi tersebut.

"Tetapi saya menugaskan mas Didi Indra Permana untuk pakai undangan saya masuk meminta maaf sama ketua MK mohon maaf kepada ketua MK saya enggak bisa hadir karena urusan keluarga mohon diizinkan dan mas Didi pergi bersama Johan Budi," ujar Bambang.

"Jadi jangan ngomong PDIP enggak ada yang muncul you are wrong," pungkasnya.

Rekomendasi