PDIP mulai penjajakan koalisi, prioritaskan partai pendukung pemerintah

Hasto menambahkan, PDIP akan segera berdialog dengan partai Golkar, Partai Hanura, PPP dan NasDem. Keempat partai ini sudah lebih dulu memberi dukungan kepada Jokowi. PDIP juga tak menutup komunikasi dengan Demokrat dan Gerindra.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
PDIP mulai penjajakan koalisi, prioritaskan partai pendukung pemerintah
Megawati tetapkan Jokowi Capres 2019-2024. ©2018 pool

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, peta koalisi Pemilu 2019 semakin tergambar pasca partainya mendeklarasikan Joko Widodo sebagai calon presiden 2019. Namun, PDIP masih terbuka untuk komunikasi dengan partai lain termasuk dengan oposisi. Hasto memastikan partai yang sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi akan diprioritaskan.

"Kemudian yang belum memberikan dukungan karena kami tahu, pemerintahan yang stabil, pemerintahan yang kuat tidak hanya mendapatkan dukungan legitimasi rakyat, tetapi juga kekuatan mayoritas di parlemen itulah yang akan diinisiasi oleh PDIP," kata Hasto di sela Rakernas III PDIP, Sanur, Bali, Sabtu (24/2).

Hasto menambahkan, PDIP akan segera berdialog dengan partai Golkar, Partai Hanura, PPP dan NasDem. Keempat partai ini sudah lebih dulu memberi dukungan kepada Jokowi. "Kemudian kami akan ajak dialog juga partai lain," jelas dia.

Tidak terkecuali dengan Partai Demokrat dan Gerindra. Hasto mengaku sering bertemu dengan Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan untuk berdialog. Tapi masih sebatas dialog. Termasuk juga dengan ajakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk bertemu. Bahkan Megawati telah mengutus Prananda Prabowo dan hasto untuk bertemu putra sulung SBY itu.

"Membangun kesepahaman, tidak harus kerjasama mengusung capres cawapres. Hal-hal realistis lebih dulu. Memahami visi misinya. Platformnya. Isu strategis di DPR, isu RKUHP," kata dia.

Tak cuma dengan AHY, PDIP juga akan berkomunikasi dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Kendati demikian, rencana pertemuan dengan petinggi-petinggi partai belum dijadwalkan.

Rekomendasi