Rapat Paripurna mengajukan hak angket yang ditujukan pada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), selesai dilakukan. Dihadiri 92 anggota dewan, semua sepakat melayangkan hak angket pada Ahok terkait proses penyerahan APBD 2015 ke Kemendagri yang dinilai melangkahi DPRD."Sesuai Peraturan Pemerintah dalam hal DPRD menerima usul hak angket, DPRD membentuk Panja angket," ujar Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, Kamis (26/2).Seluruh fraksi mendukung diadakannya penyelidikan soal pengajuan APBD DKI ke Kemendagri yang dilakukan sepihak tanpa izin DPRD. Bahkan, PKB yang semula tak setuju menandatangani hak angket beralih dengan membubuhkan tanda tangan mereka.Saat Paripurna, anggota Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, Mualif ZA, sempat membacakan pandangan fraksinya terhadap pengajuan hak angket yang digagas Partai Hanura. Dia mengatakan, sempat ada dinamika politik dalam tubuh partainya. Namun keputusannya adalah ikut mendukung diajukannya hak angket."Seluruh anggota dewan termasuk PKB tentunya juga mengalami proses dinamika politik. Kami punya tujuan yang sama yaitu menginginkan Jakarta lebih baik dan pembangunan harus bergulir. Setelah melakukan rapat, PKB bulat mendukung melakukan hak angket ini," ujar Mualif dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta.Pendapat ini berbeda dengan yang semula dikatakan, Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, Hazbiallah Ilyas. Dia menilai, langkah anggota dewan mengajukan hak angket prematur sehingga partainya belum menentukan sikap dan ikut menandatangani penggunaan hak angket tersebut.
Advertisement
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) menilai kinerja Ahok buruk. Selain itu, sebagai pimpinan, Ahok lebih sering mengancam bukan memotivasi."Kami bicara perilaku apa prestasi? Perilaku dong. Pusing tuh PNS di bawah dia, tiga bulan sekali dievaluasi. Apa tidak gemeteran itu orang? Kerjanya tidak konsentrasi deh," kata Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta.Selain perilaku yang kurang baik sebagai pimpinan, politikus PPP ini juga kecewa dengan pernyataan Ahok. Karena sebagai pimpinan dia tidak memberikan contoh baik, terutama untuk warga Jakarta."Terus dikatain bajingan pula. Bagaimana keluarganya? Anak bininya? Bagaimana kami punya anak? Punya mantu dikatain? Enak saja dia," tegasnya.Lulung mengungkapkan, pernyataan keras yang disampaikan Ahok ke media hanya sekadar untuk pencitraan belaka. Karena tidak dapat memberikan solusi, dia mendoakan mantan Bupati Belitung Timur tersebut agar mendapatkan azab dari Tuhan."Dia buat pencitraan dengan mukulin kami (anggota dewan). Enak saja dia terjun bebas sekarang. Entar jawabannya tinggal tunggu waktu. Allah yang akan azab dia," tutupnya.Ahok sendiri mengaku tak terlalu pusing dengan manuver DPRD. Dia mengungkapkan, ada beberapa anggota dewan terpaksa menandatangani persetujuan pengajuan hak angket tersebut."Silakan saja dia mau angket atau apapun. Saya kira DPRD masih ada yang baik juga. Beberapa masih ada yang BBM saya, bilang terpaksa tandatangan seorganisasi," kata Ahok.Kini Ahok ditinggal sendirian oleh DPRD. Bagaimana nasib Ahok selanjutnya?