Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui nama Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, untuk dicalonkan sebagai Kapolri setelah Presiden Joko Widodo menjelaskan alasan pembatalan pelantikan Komjen Budi Gunawan. Komisi III akan melakukan proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper tes terhadap Badrodin Haiti dalam waktu dekat ini.Anggota Komisi III DPR, Asrul Sani mengatakan sebelum melakukan uji kelayakan, anggota dewan akan mendatangi rumah Badrodin pada Rabu (15/4) mendatang. Dia melanjutkan, kegiatan itu biasa dilakukan untuk mengenal lebih dekat calon Kapolri sebelum uji kelayakan dan kepatutan dilaksanakan."Rabu kami akan mengunjungi rumah Badrodin Haiti, Kamis baru fit and proper, kemudian Jumat rapat pleno untuk bahan pengesahan di Paripurna nanti," kata Asrul di Gedung DPR, Jumat (10/4).Politisi PPP ini mengatakan, lolos atau tidaknya Badrodin sebagai calon Kapolri akan ditentukan saat komisi III menggelar uji kelayakan dan kepatutan. Asrul yakin, bahwa mantan Kapolda Jawa Timur tersebut akan lolos menjadi Kapolri, mengingat rekam jejak Badrodin di Kepolisian sangat baik."Fit and proper adalah kewajiban DPR. Kebijakan menunjuk atau menolak itu soal nanti. Beliau ini lulusan terbaik Polri, saya yakin akan berjalan baik," ucapnya.Terkait masa jabatan Badrodin yang akan memasuki waktu pensiun tahun 2016, Asrul mengaku hal itu tidak akan menjadi hambatan dalam fit and proper tes di Komisi III."Kapolri ini pejabat karir. Tidak ada ketentuan yang mengatur jabatan kapolri hanya setahun atau dua tahun. Kalau soal efektif tidak, itu soal kinerja. Ada yang satu tahun katakanlah membuat gebrakan. Jadi saya rasa tidak masalah," pungkasnya.
Minggu depan Komisi III mulai proses uji kelayakan Badrodin Haiti
Komisi III akan datangi rumah Badrodin Haiti hari Rabu (15/4). Uji kelayakan dan kepatutan dilaksanakan Kamis (16/4).
Advertisement
Rekomendasi