Lampu hijau diberikan Partai Golkar jika Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mau berkoalisi di pemilihan presiden. Namun untuk posisi Aburizal Bakrie sebagai calon presiden tidak bisa diganggu gugat.Hanura sendiri sejak jauh-jauh hari sudah mendeklarasikan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai capres-cawapres. Jika melihat hasil pileg lalu versi penghitungan cepat Hanura hanya mendapat suara dikisaran lima persen.Pengamat politik dari Charta Politik, Yunarto Wijaya melihat sulit bagi Hanura untuk memaksakan diri memajukan capres dan capres sendiri. Dengan perolehan suara itu membuat Hanura tidak memiliki posisi tawar kuat."Bargaining position-nya tidak kuat. Sulit menggandeng partai lain namun suaranya lebih kecil," kata Yunarto saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (16/4).Yunarto melihat akan ada konsolidasi di internal Hanura untuk memutuskan siapa yang akan didorong menjadi cawapres jika berkoalisi. Setidaknya, Yunarto mengatakan, ada tiga skenario bagi Hanura untuk memajukan kadernya.Pertama, memilih Wiranto sebagai cawapres karena masih memiliki elektabilitas. Kedua, mendorong Hary Tanoe, dan terakhir berkoalisi, namun tenggelam tidak ada calon yang dimajukan."Kalau Hary Tanoe dipertimbangkan secara finansial dan memiliki media," tuturnya.Melihat dinamika berkembang, Yunarto menilai peluang lebih terbuka gabung ke partai beringin. Sedangkan untuk merapat ke PDI Perjuangan dan Gerindra , Yunarto belum melihat adanya komunikasi antar-elite di partai tersebut."Agak sulit dengan Jokowi dan Prabowo, tidak ada komunikasi ke arah sana," tandasnya.Sebelumya, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Luhut Panjaitan menyatakan kemungkinan besar akan berkoalisi dengan Partai Hanura pada pilpres. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Hanura Wiranto ."Sampai sekarang Hanura sudah hampir pasti koalisi dengan Golkar. Beberapa lobi-lobi sudah dilakukan," kata Luhut di Wisma Bakrie II Jakarta, Senin (14/4).Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin juga mengakui adanya komunikasi intens dengan Golkar. Namun untuk saat ini Hanura masih melakukan penjajakan dan komunikasi dengan partai lain. "Ketika nanti Hanura memutuskan berkoalisi, tentu berkoalisi dengan yang punya peluang besar memenangkan pertarungan," ujar Saleh Husin kepada merdeka.com, Selasa (15/4).
Merapat ke Golkar, Wiranto atau Hary Tanoe jadi cawapres Ical?
"Kalau Hary Tanoe dipertimbangkan secara finansial dan memiliki media," kata Yunarto Wijaya.
Rekomendasi