Mahfud MD: Surat kiai-kiai NU soal Pilgub Jatim bukan intervensi

Menurut dia, aspirasi di era demokrasi saat ini adalah hal lumrah, bahkan bisa datang dari mana saja dan ke siapa saja. Termasuk surat kiai-kiai sepuh yang intinya menginginkan satu calon gubernur dari NU.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Mahfud MD: Surat kiai-kiai NU soal Pilgub Jatim bukan intervensi
Mahfud MD hadiri acara diskusi di PBNU. ©2012 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Tokoh nasional Mahfud MD menilai surat kiai-kiai Nahdlatul Ulama (NU) menyikapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur bukan suatu intervensi, tetapi aspirasi yang biasa terjadi. Mahfud yang dikenal juga sebagai orang NU dan dekat dengan almarhum Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) ini, menganggap surat kiai-kiai itu sebagai bentuk aspirasi."Tidak apa-apa ada surat seperti itu dan menurut saya bukan intervensi, tapi justru aspirasi," kata Mahfud usai menghadiri 'Temu Tokoh Jawa Timur' di Surabaya, seperti dilansir Antara, Rabu (24/5).Menurut dia, aspirasi di era demokrasi saat ini adalah hal lumrah, bahkan bisa datang dari mana saja dan ke siapa saja. Termasuk surat kiai-kiai sepuh yang intinya menginginkan satu calon gubernur dari NU."Ini adalah bagian dari proses demokrasi dan aspirasi biar dipertimbangkan. Sekali lagi bukan intervensi karena tidak mengambil keputusan," tegas mantan ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.Tokoh kelahiran Madura itu juga memberi masukan bahwa aspirasi kiai NU bisa disampaikan tak hanya ke satu partai politik. Melainkan ke beberapa partai karena kader NU tak hanya berada di satu partai tertentu."Saya kira bisa disampaikan tidak ke PKB saja, tapi bisa ke PPP, NasDem, Golkar dan lainnya karena kader NU ada di mana-mana," kata guru besar Universitas Islam Indonesia tersebut.Disinggung tentang siapa nama kader NU yang kuat dan berpeluang menggantikan Soekarwo sebagai orang nomor satu di Pemprov Jatim selama periode 2019-2024, Mahfud MD enggan berkomentar dengan alasan tak mengikuti perkembangan peta politik di Jatim."Saya tidak mengikuti peta politiknya dan mari kita lihat saja perkembangannya," kata mantan Menteri Pertahanan RI tersebut.Sebelumnya, surat berisi hasil musyawarah kiai-kiai NU untuk PKB Jatim berupa keinginan agar dilibatkan sebelum memutuskan nama calon Gubernur Jatim beredar ke publik, Minggu (21/5).Pada surat yang ditujukan ke Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar dengan ditandatangani 21 kiai tertanggal 19 Mei 2017 tersebut, sebagai pimpinan musyawarah adalah KH Anwar Iskandar yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al Amien, Kediri.Memang di Pilgub Jawa Timur 2018 nanti, selain Halim Iskandar yang merupakan kakak kandung Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar yang rencananya akan deklarasi pada bulan Juni mendatang, diprediksi tokoh-tokoh NU yang lain akan ikut bertarung merebut kursi Jawa Timur satu, yang saat ini masih ditempati Soekarwo.Tokoh-tokoh NU itu antara lain Ketum PP Mualimat NU yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Kemudian Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga salah satu ketua PBNU.Selanjutnya ada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang sudah tidak diragukan lagi ke-NU-annya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sempat mengklaim memiliki darah NU. Dan juga anggota DPR, Hasan Aminuddin yang juga menjadi salah satu tokoh NU di Probolinggo.

Rekomendasi