Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto, mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak perlu cuti untuk ikut dalam pertarungan Pemilihan Presiden 2019. Hal ini disampaikannya usai bertemu dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di kantor DPP Golkar, Jakarta.
"Isu strategis dalam Pilpres mendatang dalam konteks peraturan, perundang-undangan Indonesia, tidak dikenal namanya Presiden mengambil cuti, karena presiden lambang negara. Kami sepakat serah terima kekuasaan hanya akan terjadi saat pelantikan dan ambil sumpah," ucap Airlangga usai pertemuan di DPP Golkar, Jakarta, Selasa (20/3).
Karena itu, Airlangga meminta KPU menyesuaikan aturan yang tengah dibahas soal cuti presiden ini. "Sehingga peraturan dibawahnya perlu disesuaikan," jelas Airlangga.
Airlangga juga mengungkapkan, kedua partai menyepakati untuk menghidupkan mesin-mesin partai dalam proses Pilkada. Hal ini perlu dilakukan guna memenangkan calon yang sama-sama diusung.
"Yang ketiga, kami melihat ke depan agenda lain adalah, Golkar dan PDIP akan bersama-sama membahas program pembangunan yang sifatnya jangka panjang," jelas Airlangga.
Dia juga menuturkan, baik Golkar dan PDIP bersepakat untuk melakukan evaluasi pelaksanaan UUD 1945 pasca 4 kali diamandemen.
"Kemudian gagasan positif ke depan akan bahas bersama dan tentunya kedua partai akan membuat platform yang sifatnya jangka menengah. Ini jadi bagian dari gagasan kepemimpinan presiden periode dua. Hal lain yang kami bahas adalah terkait hal praktis yang dikerjakan DPR dalam waktu dekat. UU yang tertinggal, target bisa diselesaikan dalam waktu singkat," pungkas Airlangga.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com