Pentolan FPI Rizieq Syihab mengusulkan Gerindra, PKS, PAN dan PBB membentuk koalisi umat. Partai Gerindra berencana mengajak Demokrat dan PKB untuk bergabung jika koalisi ini benar-benar terbentuk.
"Saya kira mungkin, sangat mungkin, seperti dengan Partai Demokrat, PKB," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/5).
Agar Demokrat dan PKB mau bergabung, Fadli menyebut Gerindra akan menawarkan kursi menteri. Tapi, sebelum membicarakan pembagian kekuasaan, Gerindra akan berdiskusi terlebih dahulu soal kesamaan visi dan misi.
"Tentu berbicara soal kursi menteri atau orangnya atau apa. Tetapi tentang kesamaan visi misi, semangat untuk menang, baru kemudian ada power sharing," terangnya.
Fadli menuturkan, pembagian kekuasaan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan di koalisi partai manapun. Yang terpenting, kata Fadli, menteri-menteri yang dipilih adalah orang-orang yang memiliki kompetensi dan integritas.
"Saya kira enggak bisa dihindarkan mana ada koalisi tanpa power sharing yang sekarangkan juga begitu tinggal porsi power sharing nya seperti apa," jelasnya.
"Kalau sekarang pak Jokowi dulu janjinya tidak ada menteri dari kalangan politisi tetapi jauh banyak dari kalangan profesional menurut saya tidak bisa dihindari," sambung Fadli.
Sebelumnya, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais berkunjung ke tempat tinggal pentolan FPI Habib Rizieq Syihab di Mekkah, Arab Saudi. Pertemuan itu dilakukan di sela ibadah umroh bersama antara Prabowo dan Amien Rais.
Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan, dalam pertemuan yang hangat dan penuh keakraban itu, Rizieq meminta kepada Gerindra dan PAN segera berkoalisi jelang Pilpres 2019.
"Lebih khusus Habib Rizieq Syihab mengharap dan meminta kepada Gerindra dan PAN untuk segera merealisasikan keinginan umat untuk segera deklarasi terbuka koalisi Gerindra, PAN, PKS, PBB dalam waktu dekat, serta membuka pintu juga kepada partai lain terutama yang berbasis massa Islam," kata Slamet.