Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Komjen Pol Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Penunjukan ini dinilai sebagai barter politik agar PDIP mengusung Basuki T Purnama (Ahok) di Pilgub DKI 2017.Menanggapi isu ini, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno merasa isu tersebut menyudutkan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini. Dia membantah tegas ada transaksi politik antara penunjukan BG yang mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu dengan Ahok. Hingga saat ini, PDIP belum menentukan akan mendukung siapa di Pilgub DKI."Itu spekulasi politik untuk memojokkan partai kami, seakan partai ini transaksional, partai yang bisa menjual belikan prinsip, enggak begitu," kata Hendrawan saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (5/9).Hendrawan menegaskan, penunjukan Budi Gunawan merupakan hak prerogatif seorang Presiden Jokowi. Meskipun dia mengakui, Jokowi meminta saran kepada PDIP sebelum menunjuk BG sebagai calon kepala BIN."Kan tentu sebagai presiden, meminta saran bagi semua pihak, wajar kalau minta saran ke semua termasuk kepada PDIP, kalau untuk kami kapasitas (meminta saran) tentu ketua umum," kata Hendrawan.Sekali lagi, dia membantah isu bahwa PDIP lakukan barter dengan Jokowi dalam hal penunjukan BG sebagai calon kepala BIN. "Sepenuhnya hak presiden dan melihat kapasitas kompetensi seseorang ditempatkan di jabatan bergengsi, itu kapasitas presiden," tutur dia.Soal keputusan PDIP di Pilgub DKI 2017, Hendrawan tak mau bicara banyak. Dia hanya menyatakan, masih ada waktu untuk PDIP memutuskan siapa yang akan diusung."Kalau deadline kan tanggal 21 sampai 23 September, PDIP karena kursinya cukup, kalau mau bisa mendaftar di jam terakhir. Itulah kenikmatan yang tidak bisa dinikmati semua parpol, tapi tentu komunikasi politik selalu dilakukan," pungkasnya.
Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Izha Mahendra menilai ada deal politik yang dilakukan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait pencalonan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai calon kepala Badan Intelijen Negara (BIN), menggantikan Sutiyoso."Para politisi dan analis meyakini bahwa kalau Pak Jokowi mengajukan Budi Gunawan sebagai kepala BIN, maka PDIP akan mendukung Basuki T Purnama (Ahok) pada pilkada mendatang. Itulah yang sudah diprediksi dalam bargain politik ini," kata Yusril di Jakarta, Minggu (4/9).Ia berpendapat, meski di internal PDI-Perjuangan menentang hal tersebut, namun arah semakin terlihat karena di internal partai berlambang kepala banteng itu terus memberi sinyal mendukung calon petahana."Kita menganggap kecenderungan terbesar tetap akan mendukung Pak Ahok," tambahnya.