Fadli Zon sebut ancaman Luhut ke Amien Rais bentuk arogansi kekuasaan

Fadli Zon sebut ancaman Luhut ke Amien Rais bentuk arogansi kekuasaan. Wakil ketua DPR itu berpendapat harusnya Luhut tak tersulut emosi kepada pihak-pihak yang mengkritik pemerintah. Sebab kritik sendiri dilindungi oleh konstitusi.

Muhammad Genantan Saputra
Fadli Zon sebut ancaman Luhut ke Amien Rais bentuk arogansi kekuasaan
Fadli Zon. ©2017 dok foto dok ri

Wakil ketua umum Gerindra Fadli Zon angkat bicara soal pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang kesal terhadap politikus senior PAN Amien Rais karena menyebut Presiden Joko Widodo ngibul dalam pembagian sertifikat tanah. Fadli menilai hal tersebut memperlihatkan arogansi kekuasaan.

"Saya kira apa yang disampaikan jawaban ke Amin Rais itu seperti arogansi kekuasaan, mau ancam-ancam buka dosa itu kan arogansi kekuasaan," ujar Fadli di kantor DPP Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (20/3).

Wakil ketua DPR itu berpendapat harusnya Luhut tak tersulut emosi kepada pihak-pihak yang mengkritik pemerintah. Sebab kritik sendiri dilindungi oleh konstitusi.

"Kritik yang sah-sah saja yang dijamin oleh konsititusi kita. Biasanya orang yang melakukan arogansi kekuasaan itu cepat jatuhnya kekuasaannya begitu," ujar Fadli .

Fadli mensinyalir bahwa program Joko Widodo dalam hal pembagian sertifikat tanah hanya pencitraan belaka. Sebab, masih banyak koorporasi-koorporasi besar yang menguasai lahan di Indonesia ribuan hektare.

"Betulkan masyarakat semuanya mendapat? Karena ada koorporasi-koorporasi besar menguasai lahan dengan luar biasa sampai juataan hektar," ucapnya.

Sebelumnya, saat menjadi pembicara dalam diskusi Bandung Informal Meeting yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3), Amien Rais mengatakan program bagi-bagi sertifikat tanah Jokowi-Jusuf Kalla adalah pembohongan.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien.

Lantas, Menko Maritim Luhut Pandjaitan tersulut serangan Amien Rais. Dalam pidatonya, Luhut memang tak menyebut nama Amien Rais. Dia menggunakan istilah 'senior' yang diduga merujuk pada Amien Rais yang kerap mengkritik Jokowi.

"Ada senior bilang kasih sertifikat itu ngibulin. Apa yang ngibulin. Sertifikat itu prosesnya panjang dan berbelit. Sekarang cepat dan banyak. Saya pikir kita nggak bisa asal ngomong," kata Luhut, Senin (20/3) malam.

Luhut juga kesal dengan serangan-serangan yang menyebut pemerintah pro-PKI. Menurutnya hal itu cuma kebohongan yang terus disebarkan.

"Jangan bilang pro-PKI, pro-PKI gimana? Saya ikut tumpas PKI. Saya tentara, saya tahu itu," kata Luhut.

Luhut menegaskan jangan pernah menyebut pemerintah tidak nasionalisme dan menyerang dengan kepentingan asing. Dia menyebut orang yang belum pernah ditembaki tak pantas mengkritik soal nasionalisme.

"Saya perang di Timtim tahun 1975. Anak buah saya gugur 8 orang di Kopassus. Jangan bilang Nasionalisme, kalau belum pernah ditembakin," kata Luhut.

"Kau merasa paling bersih, kamu boleh ngomong. Tetapi dosamu banyak juga kok. Udahlah diam saja lah. Tapi jangan main-main. Kita bisa cari dosamu sampai dapat," tegasnya.

Rekomendasi