Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dicopot sebagai jubir Demokrat, Ruhut duga karena dekat Jokowi

Dicopot sebagai jubir Demokrat, Ruhut duga karena dekat Jokowi Ruhut Sitompul. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Partai Demokrat disebut mencopot Ruhut Sitompul dari jabatan koordinator juru bicara. Ruhut mengaku tak masalah dengan keputusan itu. Tapi, dia menduga pemberhentian dirinya berawal dari sikap kerasnya terhadap Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat Putu Sudiartana yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi proyek infrastruktur di Sumatera Barat.

Dia menduga ada pihak-pihak yang merasa tidak senang dengan ucapannya dan melapor ke Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono. Tak hanya kasus Putu, kata Ruhut, pihak tersebut mengaitkannya dengan dukungannya kepada Joko Widodo saat Pilpres 2014 lalu. Dia menyebut aktor di balik pencopotan ini adalah koleganya Amir Syamsuddin.

"Dikait-kaitin lah yang lain termasuk gua dukung Jokowi. Eh sorry saja menang. Setelah Jokowi presiden, kongres mereka bilang pecat. Aku ini ketua (DPP bidang) polhukam memangnya aku dipecat, emangnya aku cuma jubir aku kan Ketua DPP. Tapi aku senang tambah beken," kata Ruhut saat dihubungi, Senin (21/8).

"Enggak tahu. Mungkin mereka nafsu melihat aku di Danau Toba dengan Pak Jokowi. Hahahaha. Tapi enggak apa-apa aku makin senang makin beken," sambungnya.

Ruhut juga menduga, pernyataan dirinya yang terkesan membela Arcandra dan Gloria terkait kasus kewarganegaraan ganda beberapa waktu lalu juga menjadi senjata untuk mencopotnya.

"Awalnya itu, mereka kait-kaitin gua bela Arcandra, bela Gloria. Seolah-olah Ruhut mendukung Pak Jokowi melanggar hukum. Gloria coba kalau menimpa kau punya ade, apa salahnya Gloria. Apa salahnya Arcandra. Dia orang hebat jenius diundang jadi menteri kok salah-salahin dia," tegasnya.

Meski demikian, anggota Komisi III DPR ini menambahkan SBY belum memberikan keterangan resmi atas penonaktifannya sebagai Jubir. Namun, dia yakin SBY akan bersikap bijaksana sebelum mengambil keputusan.

"Belum. Aku kan tegas mengatakan. Kalau SBY berani pecat aku, kau lihat di twitter postingan aku," terang dia.

Dengan tegas, Ruhut mengaku tidak akan keluar dari partai Demokrat. Ruhut merasa posisinya di partai Demokrat sebagai independen seperti Basuki T Purnama atau Ahok.

"Demokrat bukan partaiku yang pertama. Demokrat partaiku yang terakhir. Saya kalau demikian merasa tokoh independen seperti Ahok. hahaha Kan kalau orang pindah partai, aku enggak. Aku bukan kutu loncat, aku jadi independen," tutupnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP