Dewan Penasihat Yakin Gerindra Tetap Jadi Oposisi Pemerintah

Pada prinsipnya, Gerindra jika memutuskan beroposisi tidak harus mengajak partai lain.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Dewan Penasihat Yakin Gerindra Tetap Jadi Oposisi Pemerintah
Perayaan HUT Gerindra ke 11 di Hambalang. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra Muhammad Syaf'i melihat partainya lebih memilih menjadi pihak oposisi pemerintahan Joko Widodo. Dia pun tidak masalah jadi oposisi tunggal.

Sebab, kata Syafi'i, sebagai tidak harus bergabung dengan partai lain. Tinggal, bagaimana partai yang memiliki kesamaan sikap.

"Ya sebenarnya kan oposisi itu tidak musti bergabung dengan partai-partai lain, gabungan oposisi itu kan kalau partai lain juga memposisikan dirinya sebagai partai oposisi," ujar Syafi'i si Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/7).

Pada prinsipnya, Gerindra jika memutuskan beroposisi tidak harus mengajak partai lain.

"Pada prinsipnya kita beroposisi sendiri tapi kalau nanti kemudian ternyata PKS juga oposisi, berarti kita punya positioning yang sama kalau kemudian PAN juga mungkin oposisi," kata Syafi'i.

"Tapi kalau kemudian kita baru beroposisi ketika mendapat dukungan dari partai yang lain, saya kira itu oposisi yang lucu juga," sambungnya.

Menurut Syafi'i, Gerindra tidak mengajak PKS, PAN, yang sebelumnya bersama mengusung pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menjadi oposisi.

"Kalau itu tentu hak dan kebijakan masing-masing, mungkin bisa ditanyakan pada PKS, PAN dan partai lain," kata dia.

KPU telah menetapkan pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai pemenang. Pascaputusan itu, capres 02 Prabowo Subianto membubarkan koalisi. Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat belum menentukan sikap apakah menjadi oposisi atau bergabung pemerintahan.

Rekomendasi