Debat Panas Masinton Versus Andre Rosiade di TV Sampai Tunjuk-tunjuk

Andre sampai menunjuk-nunjuk Masinton saat menyinggung gaya kampanye Prabowo-Sandi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Debat Panas Masinton Versus Andre Rosiade di TV Sampai Tunjuk-tunjuk
Masinton Pasaribu. ©2017 dok foto dok ri

Menjelang Pemilihan Presiden 2019, suhu politik di Indonesia semakin panas. Terlebih lagi, antara kubu capres Jokowi dan Prabowo yang kerap beradu argumen di berbagai acara.

Seperti baru-baru ini, dalam acara 'Dua Arah' di stasiun TV swasta politisi PDIP Masinton Pasaribu berdebat panas dengan Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade. Bahkan Andre sampai menunjuk-nunjuk Masinton saat menyinggung gaya kampanye Prabowo-Sandi. Berikut kutipan-kutipan debatnya:

Cawapres Sandiaga Uno beberapa kali blusukan ke pasar-pasar. Berdasarkan curhatan ibu-ibu, nilai uang saat ini tak cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Hal senada juga diungkap oleh Titiek Soeharto yang ada di barisan Prabowo-Sandi. Menurutnya, uang Rp 50 ribu tidak bisa untuk membeli sayur mayur di pasar.

Menanggapi hal itu, politisi PDIP Masinton Pasaribu mengatakan pernyataan itu terlalu berlebihan. Sebab uang Rp 50 ribu masih bisa untuk membeli kebutuhan dapur. Menurutnya nilai uang tersebut jangan disamakan dengan kebutuhan Titiek Soeharto, Sandiaga ataupun Andre Rosiade. "Dengan Rp 50 ribu rakyat bisa beli macam-macam, beli sabun, telur dan lain-lain kebutuhan pokok dia. Tapi nggak bisa mengukur kebuthan Bung Andre dengan rakyat," kata Masinton.

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade terlihat emosi, saat Politisi PDIP Masinton Pasaribu menyebut uang Rp 50 ribu masih bisa membeli kebutuhan sayur di pasar. Dengan nada tinggi sambil menunjuk Masinton, Andre mengatakan maksud dari pernyataan Cawapres Sandi dan Titiek Soeharto agar pemerintah mengetahui bahwa saat ini Rp 50 ribu itu jauh melemah dibanding dulu.

Andre menuturkan banyak warga mengeluh ketika dia juga turun langsung ke lapangan. "Yang disampaikan Mba Titiek dan Bang Sandi itu bahwa harus ditangkap oleh pemerintah. Dengan uang Rp 50 ribu dan Rp 10 itu jauh melemah. Bukan Masinton aja yang ketemu rakyat. Saya juga Jumat, Sabtu, Minggu ketemu, semuanya mengeluh Bro. Contoh saya ke Dapil, dulu harga sayur per ikat di Kota Padang itu Rp 2 ribu maksimal Rp 4 ribu. Sekarang kemarin saya datang semua mengeluh," kata Andre.

Dalam debat antara Politisi PDIP Masinton Pasaribu dengan Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade kembali membahas mengenai politik sontoloyo yang diucapkan Presiden Jokowi. Menurut Masinton, diksi sontoloyo bukan diksi baru dalam dunia politik. Itu pun terlontar lantaran Jokowi jengkel dengan beragam hoax yang sering muncul saat ini.

"Sontoloyo lahir dari kejengkelan, dari situasi yang bagaimana hoax direproduksi terus menerus, kebohongan disampaikan terus menerus. Karena kalau kebohongan disampaikan terus menerus bisa menjadi kebenaran juga. 99 Persen kata Prabowo rayat kita susah. Dia mengutip World Bank. World Bank membantah. jadi ini apa? Ada situasi pemaksaan kebohongan kepada masyarakat, dicekokkan terus menerus sehingga jadi kebenaran. Ini yang kita tentang," ujar Masinton.

Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade cukup meradang saat Masinton menyebut Prabowo Subianto melakukan kebohongan mengenai kehidupan rakyat Indonesia. Dengan nada emosi, Andre mengatakan jika Prabowo mempunyai data soal kesusahan rakyat Indonesia. Menurutnya, ucapan Presiden Jokowi soal sontoloyo merupakan sebuah kepanikan karena hasil survei terhadapnya stagnan di 42 perse.

"Pak Prabowo punya data bahwa memang 1 persen penduduk Indonesia yang menguasai segala Sumber Daya Alam (SDA) dan kekayaan di Indonesia. Itu fakta. 99 Persen rakyat susah, itu data World Bank. Itu penguasa orang kaya di Indonesia itu 1 persen. Itu fakta. Prabowo banyak ketemu masyarakat, 99 persen dari rakyat yang ditemui mengeluhkan mereka hidup dalam kesulitan dan kesusahan. Jokowi bicara sontoloyo karena kepanikan Jokowi survei stag di 42 persen," jelas Andre.

Rekomendasi