Bertemu Presiden Jokowi, Wantimpres tak bahas reshuffle kabinet

Sejumlah masukan disampaikan 9 anggota Wantimpres dalam pertemuan yang berlangsung Rabu (6/5) kemarin.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Bertemu Presiden Jokowi, Wantimpres tak bahas reshuffle kabinet
Sertijab Wantimpres. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima 9 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Presiden pada Rabu (6/5) kemarin. Ada sejumlah agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut.Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto mengatakan, pihaknya tidak bisa menjabarkan ke publik akan isi pertemuannya dengan Presiden Jokowi. Sebab dalam undang-undang, Wantimpres dilarang membocorkan isi masukan-masukan dan saran kecuali hanya kepada presiden. "Wah saya enggak bisa jabarkan isinya," kata Sidarto saat dihubungi, Jakarta, Kamis (7/5).Mantan Ketua MPR itu menambahkan, dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi, tak disinggung sama sekali mengenai reshuffle kabinet. Menurut Sidarto, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi."Yah ini kan hak prerogatif presiden. Betul nggak? Beliau pasti membaca survei pendapat publik, para pejabat politik, mendengar pejabat, lalu membaca survei. poling dan sebagainya. Mengenai timing dan keputusannya soal itu, terserah beliau. Beliau pasti punya pertimbangan-pertimbangan," jelas Sidarto yang juga Politikus Seior PDIP itu.Sebelumnya juga diketahui, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan sinyal kuat bila reshuffle kabinet bakal dilakukan dalam waktu dekat ini. JK mengaku reshuffle kabinet perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah. Pasalnya, jalannya pemerintahan perlu didukung oleh sosok-sosok berkompeten di bidangnya masing-masing."Ya karena banyak perlu peningkatan kinerja tentu dibutuhkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya," tutur JK di kantornya, Senin (4/5).

Rekomendasi