Di akhir pekan masa kampanye Pemilu 2014 ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menuliskan sebuah puisi yang diberi judul 'Sajak Seekor Ikan'. Puisi ini kemudian disebar anak buah Prabowo Subianto itu lewat email ke sejumlah kantor redaksi media, termasuk merdeka.com."Saya bikin cuma lima menit. Ini ekspresi saya aja, saya memang suka bikin puisi," kata Fadli saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (29/3).Fadli menolak menjelaskan makna dari puisi yang dia tulis, termasuk tentang frasa ikan 'kerempeng dan lincah' di dalamnya."Masak seorang yang menulis puisi juga harus menerangkan artinya. Biar kritikus sastra sajalah yang ngomong," kata Fadli.Ditanya apakah puisi ini bersifat politis untuk menyindir Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi), pesaing Prabowo, yang memang kerempeng dan lincah, Fadli tidak membantah dan tidak juga membenarkan."Interpretasi bisa-bisa saja, namanya juga interpretasi, ini demokrasi. Saya bicara tentang seekor ikan yang punya banyak habitat," elaknya.Berikut isi lengkap puisi tersebut:Sajak Seekor IkanSeekor ikan di akuarium
Kubeli dari tetangga sebelah
Warnanya merah
Kerempeng dan lincahSetiap hari berenang menari
Menyusuri taman air yang asri
Menggoda dari balik kaca
Menarik perhatian siapa sajaSeekor ikan di akuarium
Melompat ke sungai
bergumul di air deras
Terbawa ke laut lepasDi sana ia bertemu ikan hiu, paus dan gurita
Menjadi santapan ringan penguasa samuderaFadli Zon, 29 Maret 2014Sebelumnya, masih di musim pemilu, Fadli Zon juga pernah menulis puisi berjudul 'Airmata Buaya'. Isinya mirip-mirip sindiran yang sering dilontarkan Prabowo kepada kubu PDIP. Namun, PDIP tidak merasa tersindir olehnya.