Anak buah Prabowo tulis sajak tentang ikan kerempeng dan lincah

"Seekor ikan di akuarium. Kubeli dari tetangga sebelah. Warnanya merah. Kerempeng dan lincah."

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Anak buah Prabowo tulis sajak tentang ikan kerempeng dan lincah
Fadli Zon. ©2012 Merdeka.com

Di akhir pekan masa kampanye Pemilu 2014 ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menuliskan sebuah puisi yang diberi judul 'Sajak Seekor Ikan'. Puisi ini kemudian disebar anak buah Prabowo Subianto itu lewat email ke sejumlah kantor redaksi media, termasuk merdeka.com."Saya bikin cuma lima menit. Ini ekspresi saya aja, saya memang suka bikin puisi," kata Fadli saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (29/3).Fadli menolak menjelaskan makna dari puisi yang dia tulis, termasuk tentang frasa ikan 'kerempeng dan lincah' di dalamnya."Masak seorang yang menulis puisi juga harus menerangkan artinya. Biar kritikus sastra sajalah yang ngomong," kata Fadli.Ditanya apakah puisi ini bersifat politis untuk menyindir Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi), pesaing Prabowo, yang memang kerempeng dan lincah, Fadli tidak membantah dan tidak juga membenarkan."Interpretasi bisa-bisa saja, namanya juga interpretasi, ini demokrasi. Saya bicara tentang seekor ikan yang punya banyak habitat," elaknya.Berikut isi lengkap puisi tersebut:Sajak Seekor IkanSeekor ikan di akuarium

Kubeli dari tetangga sebelah

Warnanya merah

Kerempeng dan lincahSetiap hari berenang menari

Menyusuri taman air yang asri

Menggoda dari balik kaca

Menarik perhatian siapa sajaSeekor ikan di akuarium

Melompat ke sungai

bergumul di air deras

Terbawa ke laut lepasDi sana ia bertemu ikan hiu, paus dan gurita

Menjadi santapan ringan penguasa samuderaFadli Zon, 29 Maret 2014Sebelumnya, masih di musim pemilu, Fadli Zon juga pernah menulis puisi berjudul 'Airmata Buaya'. Isinya mirip-mirip sindiran yang sering dilontarkan Prabowo kepada kubu PDIP. Namun, PDIP tidak merasa tersindir olehnya.

Baca berita Prabowo Subianto di Liputan6.com

Rekomendasi