Alasan PKS Tak Umumkan Capres dan Cawapres Hasil Rapimnas

Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengungkapkan, usulan nama capres dan cawapres dari jajaran pengurus wilayah akan diserahkan ke Majelis Syuro. Syaikhu mengatakan, usulan nama-nama capres dari pengurus wilayah itu berasal dari kalangan internal maupun eksternal PKS.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Alasan PKS Tak Umumkan Capres dan Cawapres Hasil Rapimnas
Presiden PKS Bacakan Hasil Rapimnas. Alma Fikhasari

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi menutup Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), hari ini Selasa (21/7). Namun hasil dari Rapimnas tersebut tidak mengumumkan nama-nama yang akan diusung PKS sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengungkapkan, usulan nama capres dan cawapres dari jajaran pengurus wilayah akan diserahkan ke Majelis Syuro. Syaikhu mengatakan, usulan nama-nama capres dari pengurus wilayah itu berasal dari kalangan internal maupun eksternal PKS.

"Merespons berbagai aspirasi dan usulan DPW PKS se-Indonesia terkait bakal calon presiden dan calon wakil presiden, DPP PKS mengusulkan nama-nama bakal capres dan cawapres kepada Majelis Syuro PKS. Karena ranahnya memang ranah Majelis Syuro," kata Syaikhu saat konferensi pers, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (21/6).

Namun Syaikhu mengatakan, enam kriteria capres-cawapres yang akan diusung PKS di Pilpres 2024 di antaranya memiliki integritas dan rekam jejak yang baik, berjiwa nasionalis dan religius, dan harus mendapatkan dukungan rakyat yang tinggi.

Kemudian memiliki pengalaman dan kemampuan untuk memimpin dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, berkomitmen untuk menyatukan seluruh komponen anak bangsa, dan berkomitmen melayani rakyat.

"Itu jadi kriteria calon pemimpin ke depan yang PKS inginkan," imbuhnya.

PKS masih menyembunyikan nama capres diusung pada Pilpres 2024 mendatang. Meski dalam Rapimnas telah terkumpul beberapa figur yang dinilai layak memimpin Indonesia ke depan.

"Nama-nama itu sementara belum kita ungkap ke publik," kata Ketua DPP PKS Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Almuzammil Yusuf.

Almuzammil menerangkan, PKS menampung masukan dan aspirasi dari kader seluruh provinsi yang hadir dalam Rapimnas terkait penjaringan bakal calon presiden dan wakil presiden. Nama-nama yang masuk bakal disetor ke Majelis Syuro untuk ditetapkan sebagai capres dan cawapres yang akan diusung PKS pada Pilpres 2024.

Namun, Almuzammil ogah menyebut satu per satu nama tokoh-tokoh hasil penjaringan kader. Dia hanya menyebut tokoh-tokoh yang diusulkan pastinya memiliki rekam jejak yang baik.

"Saya kira sudah terekam oleh teman-teman di publik, sudah terekam saat milad," ujar dia.

Di sisi lain, Almuzammil menerangkan, PKS juga tengah mengupayakan dialog dengan partai politik lain demi memenuhi minimum presidential threshold (PT) sebesar 20 persen. Dalam waktu dekat, PKS berencana bertemu dengan Partai NasDem.

"PKS akan mendahulukan dialog dari hati ke hati dengan pimpinan partai termasuk besok kita akan bertemu dengan NasDem," ujar dia.

Menurut Almuzammil, ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold menjadi salah satu fokus PKS. Karena itu, PKS siap bersikap negarawan dengan berbagai mitra koalisi guna mendapatkan jumlah kursi 20 persen.

"PKS umumkan nama-nama tidak mungkin nama-nama itu akan terealisasi kalau tidak disepakati dengan minimal dua partai lainnya dalam koalisi. Nah di situlah sikap negarawan yang sama untuk memilih pemimpin terbaik yang memungkinkan kita untuk meraih kemenangan 2024," tandas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Rekomendasi