Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto berharap DPD Partai Golkar Jawa Timur bisa menjadi game changer (pengubah permainan) dalam pemenangan menghadapi agenda politik nasional yaitu pemilu legislatif (Pileg) dan pemilu presiden (Pilpres) tahun 2019. Dari Jatim, kata Airlangga, bisa menentukan posisi Golkar bisa menjadi pemenang Pemilu atau tidak.
"Game Changer yang bisa buat Partai Golkar menjadi nomor 1, 2, 3 di Pileg 2019 itu tergantung Jatim. Sekarang apakah Jatim bisa memenangkan Partai Golkar?" kata Airlangga Hartarto di kantor DPD PG Jatim.
Airlangga mengatakan Jatim menjadi perhatian dan diutamakan untuk merealisasikan target karena di Pilkada serentak lalu berhasil mengantarkan kadernya menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah di beberapa kab/kota di Jatim. Bahkan di Pilgub Jatim 2018 lalu, Partai Golkar juga menjadi faktor pendukung kemenangan Khofifah-Emil melalui infrastruktur yang dimiliki.
Selain itu, menurut Airlangga, target nasional perolehan kursi DPR RI yang sudah ditetapkan Partai Golkar sebanyak 110 kursi atau 18 persen. Sedangkan untuk kursi DPRD Jatim ditargetkan bisa naik dari 11 kursi menjadi 20 kursi.
"Khusus untuk Jatim dari 11 Dapil, kami targetkan bisa menyumbang 17 kursi DPR RI," beber Menteri Perindustrian RI ini.
Untuk merealisasikan target tersebut, kata Airlangga maka seluruh kekuatan yang ada di Jatim harus bersinergi untuk pemenangan Pileg yang masih 6 bulan lagi. Karena itu pada 2018 ini jangan terlalu diforsir tapi paling tidak sudah membentuk jaringan sehingga 17 April 2019 bisa all out untuk pemenangan Pileg dan Pilpres.
"Antar caleg Partai Golkar jangan sampai saling menjatuhkan sebab tak ada kader import di Partai Golkar. Semuanya melalui proses kaderisasi. Utamakan suara partai bukan caleg," tuturnya.
Airlangga akan menghargai perolehan suara caleg walaupun caleg tersebut tak bisa menjadi anggota legislatif. "Untuk caleg DPRD Kab/kota minimal 10 ribu suara, caleg DPRD Provinsi 30 suara dan caleg DPR RI minimal 50 ribu suara. Bentuknya seperti apa akan dibahas oleh partai nanti," jelasnya.
20 tahun paska reformasi 1998, lanjut Airlangga, Partai Golkar belum bisa menentukan arah bangsa. Padahal dari sisi usai sudah tergolong partai yang sangat dewasa karena usianya sudah 54 tahun.
"Wes wayahe kita bisa menentukan nasib sendiri bahkan nasib bangsa, karena itu paling tidak Partai Golkar bisa memperoleh 18-19 persen suara nasional di pemilu mendatang," harapnya.
Sementara itu Plt Ketua DPD PG Jatim, Zainuddin Amali mengaku optimis bisa merealisasikan target yang diberikan DPP. "Kita harus bisa merealisasikan target itu sehingga Partai Golkar bisa lebih diperhitungkan dan mampu mewarnai kebijakan yang ada di pusat hingga daerah," tuturnya.