Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

AHY: Perjuangan Belum Selesai, Masih Ada yang Coba Merampas Demokrat

AHY: Perjuangan Belum Selesai, Masih Ada yang Coba Merampas Demokrat AHY Tanggapi Keputusan Menkumham yang Tidak Akui Kepengurusan Kubu Moeldoko. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Di tengah perayaan HUT ke-20 Tahun Partai Demokrat, Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung kembali soal pratik salah satunya gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD) yang menyelimuti perebutan kekuasaan dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Dia mengucapkan terimakasih kepada seluruh kader yang telah bergerak secara cepat untuk mengambil keputusan melawan gerakan upaya kudeta yang dilakukan para pihak eksternal tersebut.

"Apa yang kita hadapi di awal tahun ini. Ancaman terhadap kedaulatan eksistensi dan kehormatan Partai Demokrat saya ingin mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader partai Demokrat di manapun berada," katanya saat sambutan di acara HUT ke-20 Tahun Partai Demokrat, Rabu (9/9).

Walaupun sudah berhasil mematahkan gerakan tersebut, namun AHY tetap mengingatkan kepada seluruh kadernya untuk tetap waspada dan mengawal kasus konflik terkait GPKPD dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

"Saya ingatkan perjuangan belum selesai mereka masih berupaya untuk merampas apa yang kita miliki. Dan kita perjuangkan selama ini kita ikuti, kita kawal, kita awasi, kita berharap hukum dan keadilan di negeri ini. Tetapi sekali lagi semua itu perlu kita perjuangkan bersama," imbuhnya.

"Ajaklah masyarakat sekitar kita juga untuk memonitor itu. Mengapa, karena kalau kita dikalahkan dengan cara-cara yang tidak benar dan sulit tadi. Maka sebenarnya Demokrasi akan redup dan mati di negeri kita," lanjutnya.

Selain dalam sambutan, AHY juga sempat menjelaskan soal GPKPD yang disampaikan pada video testimoni sebelumnya kalau gerakan tersebut tidaklah disangka-sangka.

"Saya menerima laporan dari pesan singkat langsung dari salah satu ketua DPC, yang mengaku dijebak untuk bertemu dengan KSP Moeldoko membicarakan rencana gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat atau GPKPD secara inskonstitusional. Kami langsung bergerak cepat," ujarnya.

Dengan kejadian yang sempat menimpa Kepemimpinan AHY di awal tahun 2021. Dia mengingatkan bahwa kejadian perebutan kekuasaan tersebut harus diwaspadai seluruh pihak, karena hak itu bisa saja dialami partai politik maupun organisasi lain.

"Kita tidak gentar, tidak gentar sama sekali tapi kita berharap hukum dan keadilan tetap tegak di negri ini. Saya mengajak seluruh pengurus dan kader serta masyarakat luas untuk mengawal terus penyelesaian ini. Jangan kasih kendor," tegasnya.

Sekedar informasi jika ditengah perayaan HUT ke-20 Tahun Partai Demokrat dan perayaan ulang tahun Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke 72 tahun. Di twitter turut bergema dari para netizen yang menyuarakan Moeldoko Ketum Demokrat.

"Bersama Moeldoko partai Demokrat siap berkoalisi dengan rakyat,” demikian dikutip dari salah satu unggahan yang disertai dengan foto Moeldoko.

Setidaknya sampai dengan sore ini, sebanyak 2.379 unggahan Ketum Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Moeldoko meramaikan hingga masuk ke deretan trending topik jagat media twitter.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP