Ketua Umum Golkar kubu Munas Ancol Agung Laksono mengatakan mundurnya Setya Novanto dari kursi Ketua DPR bisa meredam situasi politik di parlemen. Baginya, keputusan Setya Novanto sudah tepat."Diharapkan setidaknya tensi (suhu) politik yang bersumber dari parlemen bisa mereda. Ini sangat positif di tengah kondisi ekonomi kita yang mengkhawatirkan," kata Agung di kediamannya, Jalan Polonia, Jakarta Timur, Rabu (17/12).Selain itu, Agung juga mengapresiasi kinerja Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Dia menilai, MKD telah bekerja secara optimal dan bijaksana dalam mengambil keputusan."Kami bergembira MKD sudah berjalan optimal, kami pandang ini kemajuan yang harus diapresiasi," tutur dia.Agung mengapresiasi dan menilai Setnov mempertimbangkan persoalan yang lebih besar ketimbang jabatan."Pak Setya Novanto melayangkan surat ke pimpinan DPR, kita mengapresiasi, karena ini berdasarkan kepentingan yang lebih besar, yakni negara," tutupnya.Sebelumnya, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memastikan Setya Novanto mundur dari jabatan Ketua DPR. Keputusan itu terhitung dimulai kemarin.Hal itu dibacakan Ketua MKD Surahman Hidayat dalam sidang putusan dugaan pelanggaran etika Setya Novanto dalam kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK di upaya perpanjangan kontrak Freeport."Terhitung sejak Rabu 16 Desember 2015, dinyatakan berhenti dari ketua DPR periode 2014-2019," kata Surahman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/12).Atas mundurnya Setya, kata Surahman, maka sidang dugaan pelanggaran etik Setya dinyatakan ditutup. Artinya tidak ada lagi pembahasan tentang kasus ini."Sidang dinyatakan ditutup," tegasnya.
Agung Laksono sebut Setnov mundur tensi politik di parlemen mereda
"Ini sangat positif di tengah kondisi ekonomi kita yang mengkhawatirkan," kata Agung.
Advertisement
Rekomendasi