Waketum: Tak lantik Komjen Budi Gunawan, Jokowi pakai ide Demokrat

"Ini kesempatan emas Jokowi ambil kebijakan," kata Agus Hermanto.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Waketum: Tak lantik Komjen Budi Gunawan, Jokowi pakai ide Demokrat
agus hermanto. ©youtube

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto tidak mempermasalahkan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri dan memberhentikan sementara pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Dinilainya kebijakan Jokowi tersebut mampu meredakan ketegangan antara KPK dan Polri."Ini kesempatan emas Jokowi ambil kebijakan. Kebijakan apapun yang penting KPK dan Polri ini terus kita dukung," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).Wakil ketua DPR ini menilai kebijakan Jokowi membatalkan Budi Gunawan sebagai Kapolri sesuai dengan suara Partai Demokrat. Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut dalam rapat paripurna DPR menolak menyetujui Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri."Dulu dalam putusan paripurna memang paripurna setujui BG sebagai Kapolri kecuali Partai Demokrat. Alhamdulillah ide Demokrat dilakukan Jokowi. Sesuatu yang tidak baik, jika Kapolri menyandang status tersangka berikan kesempatan BG untuk bersihkan nama baiknya," terang dia.Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo membatalkan pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri. Jokowi memutuskan menyodorkan nama baru yakni Komjen Badrodin Haiti ke DPR sebagai calon Kapolri pengganti Komjen Budi Gunawan."Yang pertama mengingat bahwa pencalonan Komjen Pol Drs Budi Gunawan SH sebagai Kapolri telah menimbulkan perbedaan pendapat di masyarakat, maka untuk menciptakan ketenangan dan memperhatikan kebutuhan Kepolisian Republik Indonesia untuk segera dipimpin Kapolri yang definitif maka kami hari ini mengusulkan Komjen Pol Badrodin Haiti ke DPR sebagai Kapolri," kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta.

Rekomendasi