Wakapolri baru minta anak buah waspada setelah begal merajalela

Badrodin berpesan supaya warga dilibatkan memberantas begal motor.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wakapolri baru minta anak buah waspada setelah begal merajalela
Badrodin Haiti rapat bersama mantan-mantan Kapolri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Aksi perampasan sepeda motor dengan kekerasan atau kerap disebut begal selama beberapa waktu ini mengintai di kawasan pinggiran Jakarta. Tetapi polisi nampak tidak bisa berbuat banyak mencegah kejahatan itu.

Setelah aksi begal merajalela, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti, baru memberikan perintah kepada anak buahnya. Dia meminta seluruh Kepala Kepolisian Daerah lebih waspada dan cermat menjaga keamanan masyarakat. Dia juga meminta supaya seluruh anak buahnya mengajak masyarakat berperan dalam mengamankan ketertiban umum.

"Sudah, kemarin Wakapolri video conference supaya setiap Kapolda, Kapolres, dan Babinkamtibmas melakukan penjagaan di tempat tertentu. Supaya menggelorakan partisipasi masyarakat," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie, ruang di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/2).

Ronny mengatakan aksi begal dalam undang-undang sebenarnya tergolong aksi pencurian disertai kekerasan dilakukan individu atau suatu kelompok. Menurut Ronny, aksi itu sebetulnya sudah lama terjadi dan sudah dicegah oleh pihaknya tapi tak disorot oleh awak media.

"Kegiatan begal di dalam Undang-undang KUHP pencurian dengan kekerasan, tapi yang diungkap itu tidak menarik. Mungkin kawan-kawan beritakan yang lain. Tapi upaya terus dilakukan mencegah itu," ujar Ronny.

Kemarin, seorang dari empat pelaku begal sepeda motor tewas dibakar warga setelah tertangkap saat beraksi di Jalan Masjid Baiturrahim RT 02/RW 03 Pondok Aren, Tangerang Selatan. Warga geram dengan aksi pelaku kemudian membakar hidup-hidup satu pelaku, sedangkan tiga rekannya berhasil kabur.

Rekomendasi