Urutan 6 toleransi terburuk, Kota Bekasi bakal bentuk majelis umat

Pembentukan majelis tersebut diawali dengan deklarasi kerukunan antar umat beragama di Stadion Patriot Chandrabaga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Urutan 6 toleransi terburuk, Kota Bekasi bakal bentuk majelis umat
Hari Toleransi Internasional 2014. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyebut, bahwa daerah yang dipimpinnya masuk dalam urutan ke enam sebagai daerah terburuk dalam hal toleransi antar umat beragama versi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)."Saya prihatin, dan saya akan menekan hasil survei lembaga tersebut," kata Rahmat, Minggu (17/4).Menurut Rahmat, upaya menekan tersebut dengan cara salah satunya membentuk majelis umat dari tingkat Kecamatan hingga RT. Keberadaan majelis mewakili enam agama di Indonesia ini bisa menyampaikan pentingnya toleransi umat beragama dalam kehidupan manusia."Kota Bekasi sebagai kota terbesar dengan jumlah penduduk mencapai 2,3 juta. Kota Bekasi sekarang berbeda dengan dulu, sekarang ini cukup heterogen," kata Rahmat.Menurut dia, dari jumlah itu terdiri dari 2 juta pemeluk agama Islam, pemeluk Katolik 65.000 orang, Budha 12.000 orang, Kristen Protestan 195.000 orang, Hindu 47.000 orang dan Konghucu 196 orang."Kami targetkan pertengahan tahun atau Juni ini, Majelis Umat sudah bisa bekerja," jelas Rahmat.Dia mengatakan, pembentukan majelis tersebut diawali dengan deklarasi kerukunan antar umat beragama di Stadion Patriot Chandrabaga, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan pada Sabtu kemarin. Dalam deklarasi tersebut dihadiri sekitar 50 ribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur pemerintah, tokoh masyarakat berbagai agama, masyarakat, dan lainnya.

Rekomendasi