Universitas Muhammadiyah Surakarta akan Mulai Kuliah Tatap Muka Agustus 2021

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan memulai kuliah tatap muka pada bulan Agustus 2021. Sebagai syaratnya, peserta kuliah dipastikan telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Universitas Muhammadiyah Surakarta akan Mulai Kuliah Tatap Muka Agustus 2021
Rektor UMS Prof Sofyan Anif. ©2021 Merdeka.com

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan memulai kuliah tatap muka pada bulan Agustus 2021. Sebagai syaratnya, peserta kuliah dipastikan telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Sebelum mengikuti kuliah tatap muka, akan diidentifikasi dulu apakah mereka sudah mendapat vaksinasi Covid-19 atau belum. Kalau belum, akan kami carikan vaksin dari Kota Solo atau Kabupaten Sukoharjo," ujar Rektor UMS, Prof Sofyan Anif seusai melantik 5 Wakil Rektor UMS periode 2021-2025 di Edutorium UMS, Rabu (2/6).

Selanjutnya, mahasiswa yang akan mengikuti kuliah luring akan dites swab antigen. Test usap akan dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah mahasiswa di UMS 35 ribu.

"Kita ini ada di dua wilayah yakni di Solo dan Sukoharjo jadi tadi kesempatan luar biasa bertemu dengan dua pimpinan daerah itu sehingga bisa dikoordinasikan," jelasnya.

Untuk kuliah tatap muka, akan dilakukan bertahap, di mana untuk tahap pertama 30 persen mahasiswa dulu dari masing-masing fakultas dan program studi. Sedangkan yang lain tetap mengikuti kuliah daring.

"Untuk mata kuliah skill atau praktek semua jurusan harus melakukan kuliah luring. Seperti di laboratorium harus luring tapi jumlah mahasiswanya dikurangi dari kapasitas ruangan. Dari kapasitas 40 orang hanya 15," jelasnya.

Menurut Sofyan, durasi kuliah luring juga akan dikurangi dari jam kuliah normal. Tekait kesiapan kampus tersebut untuk melaksanakan kuliah tatap muka, diantaranya seluruh dosen dan karyawan sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

Wakil Rektor I bidang Akademi, riset, pengabdian, publikasi dan HAKI, Prof Dr Harun Joko Prayitno, M.Hum, menambahkan saat ini istilah skala mikro harus dijadikan penghela. Skala mikro yang dimaksud seperti layanan konsultasi skripsi, layanan bimbingan tugas akhir dan lainnya.

"Yang sifatnya hanya melibatkan tiga mahasiswa saja. Ini juga untuk mengcounter pernyataan Mas Menteri (Mendikbud Nadiem Makarim) tentang lost generation dan pernyataan saya tentang education dead," jelasnya.

Jika hanya pembelajaran jarak jauh saja, dikatakannya, maka interaksional komunikasi antara dosen dengan mahasiswa akan buntu.

"Vaksin penting, tqpi lebih penting lagi menjaga imun dan perbaikan gizi," tutup dia.

Rekomendasi