Truk bawa petugas Manggala Agni kecelakaan usai padamkan karhutla, 7 alami luka
Merdeka.com - Truk operasional yang ditumpangi tujuh personel Manggala Agni mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Mataso, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Peristiwa itu diduga karena sopir kelelahan usai ikkut memadamkan kebakaran hutan dan lahan, di kawasan penyangga Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS).
Sebelumnya, mereka baru saja berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas sekira 10 hektare. Peristiwa itu terjadi pukul 10.00 WIB tadi, beberapa jam setelah ruk melaju dari kawasan penyangga TNBKDS, di Kapuas Hulu.
"Personel kami memerlukan waktu 4 hari memadamkan api di daerah Lanjak Deras, daerah penyangga taman nasional," kata Kepala Daerah Operasional Manggala Agni Pontianak, Sahat Irawan, dalam keterangan kepada wartawan di Pontianak, Kamis (19/7).

Tepat di daerah Putussibau, kendaraan terguling di Jalan Poros, Kawasan Mataso. Ketujuh personel Manggala Agni yang mengalami luka-luka adalah Heri Infantri, Heri Susilo, Hendry Gunawan, Adang, Hendri Suryadi, Hendri Syahranie dan Yoga Hermanto.
"Ketujuh rekan kita itu, mengalami luka sedang, keselo, pembengkakan paha dan sikut, memar di kepala dan juga luka di punggung," ujar Sahat.
Warga yang melihat kejadian itu langsung membawa korban ke Puskesmas Benua Martinus. "Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan (pihak berwenang). Tapi kemungkinan, karena kelelahan ya," jelas Sahat.
Data diperoleh, Kamis (19/7) hari ini, dari pantauan satelit Lapam mulai pukul 07.00 WIB, terpantau 124 titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat. Daerah sebaran hotspot seperti 39 hotspot di Kapuas Hulu, 23 hotspot di Sintang, serta 16 hotspot di Sanggau.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya