Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Trauma divaksin di rumah sakit, warga Bekasi pilih ke puskesmas

Trauma divaksin di rumah sakit, warga Bekasi pilih ke puskesmas Ilustrasi vaksin palsu. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Raeni (31) tidak menyangka bahwa vaksin yang diberikan kepada anaknya yang kini berusia empat bulan di RS Ibu dan Anak Sayang Bunda, Bekasi, Jawa Barat, palsu. Padahal, biayanya cukup mahal hingga mencapai Rp 1 juta.

"Saya masih trauma untuk vaksin ulang di sini, lebih baik ke Puskesmas atau Posyandu saja," kata ibu dari bayi Falysa Alfin ini, Senin (18/7).

Karena itu, dia menolak vaksin ulang di rumah sakit swasta tersebut, meskipun ada jaminan dari Kementerian Kesehatan yang ikut datang. Dia mengaku mendapatkan informasi vaksin ulang semalam melalui sambungan telepon rumah sakit.

"Terakhir kami melakukan vaksin di sini dikenakan biaya mencapai Rp juta lebih," ujar Raeni.

Penolakan vaksin ulang juga dilakukan oleh Catur (31). Dia menolak anaknya yang kini berusia tujuh bulan divaksin ulang, dengan alasan masih trauma pemberian vaksin palsu beberapa bulan lalu.

"Kami memilih vaksinasi di Posyandu atau Puskesmas saja," kata dia.

Dia mengaku setelah anaknya divaksin di RSIA Sayang Bunda sempat jatuh sakit, dan dirawat selama sepekan di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat. Meski begitu, dia enggan berspekulasi apakah sakit itu dampak dari vaksin palsu atau tidak.

Berdasarkan data dari RSIA Sayang Bunda, hari ini ada 21 bayi yang dijadwalkan mendapatkan vaksin ulang. Di antaranya vaksin tripacel satu orang, dan vaksin pediacel 20 orang.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP