Entah setan apa yang hinggap di kepala Sulis Sutiyo (26) yang tega menyetubuhi EF (17), gadis dengan keterbelakangan mental yang tinggal sekampung dengannya. Padahal pelaku sudah memiliki istri, tempat sah menyalurkan hasratnya.
Pelaku yang tinggal di Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang itu akhirnya diamankan polisi pada 6 Maret 2015 kemarin. Kepada penyidik mengakui kalau tidak kuat menahan nafsunya saat melihat korban.
"Waktu itu berpapasan di jalan, saya tidak bisa menahan nafsu," aku Sulis di Polres Malang, Jumat (13/3/2015).
Peristiwa tersebut terjadi pada 3 Januari 2015 lalu. Saat itu korban sedang mencari rumput. Pelaku kemudian mengajaknya di pinggiran kebun tebu yang tidak jauh dari rumah mereka. Sulis yang berprofesi sebagai tukang gali tanah melakukan perbuatan cabulnya di jalan setapak saat siang hari.
"Korban memiliki keterbelakangan mental, sehingga tidak bisa melakukan perlawanan dari korban," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo.
Akibat perbuatannya, korban mengalami pendarahan. Setelah ditanya oleh keluarganya, korban mengaku telah dicabuli oleh pelaku.
Keluarga kemudian menuntut pelaku yang sudah beristri itu untuk menikahi korban. Tetapi sekian lama pelaku tidak menunjukkan niat baiknya, sehingga dilaporkan ke polisi. Pelaku sempat kabur dan tidak mengakui perbuatannya.
Kini Sulis dijerat dengan undang-undang nomor 23 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang Iptu Sutiyo menyebut kasus pencabulan yang ke-18 dalam sepanjang tahun ini. Kedua belah pihak sempat menjalani proses mediasi, namun tidak menemui kesepakatan.
"Kasusnya sudah lama, karena sempat menjalani proses mediasi tapi kemudian gagal," kata Sutiyo.
Korban dan keluarganya dalam kondisi yang memprihatinkan secara ekonomi, sehingga banyak yang prihatin. Kepala Desa setempat telah merencanakan untuk melakukan bedah rumah agar layak huni.
"Sekarang pemerintah desa setempat akan melakukan bedah rumah karena rumahnya hampir roboh," katanya.