Polri menemukan fakta kelalaian lain saat tragedi di Stadion Kanjuruhan. Saat kericuhan pecah seusai gas air mata dilepaskan, hanya dua dan delapan pintu darurat yang dibuka.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan, dua pintu darurat itupun digunakan untuk evakuasi para pemain dan official Persebaya.
"Pintu emergency dari delapan yang terbuka hanya dua. Itu pun untuk jalur evakuasi pemain Persebaya," ucap Dedi saat dikonfirmasi, dikutip Sabtu (8/10).
Sedangkan enam pintu lainnya masih terkunci. Padahal, pintu darurat seharusnya berfungsi saat kericuhan pecah. Kondisi ini terjadi karena panitia pelaksana tidak melakukan audit kedaruratan terlebih dahulu sebelum pertandingan digelar.
"Yang enam lainnya tertutup, terkunci dan tidak dapat difungsikan. Panpel PT LIB (Liga Indonesia Baru) tidak melakukan audit kedaruratan," ungkapnya.
Sejumlah kelalaian ditemukan membuat Direktur Utama LIB Ahmad Hadian Lukita; Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang Abdul Haris; dan Security Officer Steward Suko Sutrisno ditetapkan sebagai tersangka.
Ketiganya disangkakan melanggar ketentuan Pasal 359 KUHP dan/atau Pasal 360 KUHP dan/atau Pasal 103 ayat (1) juncto Pasal 52 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
Tiga tersangka lainnya dari unsur kepolisian, yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) Brimob Polda Jatim inisial AKP Hasdarman.
Mereka melanggar ketentuan Pasal 359 dan/atau Pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Sedangkan untuk data korban, Polri kembali memperbarui dengan update total korban sebanyak 678 orang data itu merupakan hasil update hari ini sekitar pukul 15.30 Wib Jumat (7/10).
Dimana hasilnya telah dikonsolidasikan dan kroscek ulang dengan pemerintah setempat setempat serta rumah sakit terkait. Dari total 678 korban, terbagi menjadi 131 orang korban meninggal, sedangkan 547 orang korban luka-luka terbagi menjadi luka ringan 131 orang, luka sedang 43 orang, dan luka berat 23 orang.