Pengembangan mobil nasional tak lepas dari kebijakan pemerintah tiap-tiap rezim. Namun, setelah Soeharto lengser, belum ada presiden satu pun yang fokus ingin mengembangkan mobil nasional yang dibuat secara massal.Namun, jangan berkecil hati terlebih dahulu. Meski program mobil nasional belum ada lagi yang dibuat secara massal, namun ada perusahaan mobil mancanegara yang menggunakan kandungan lokalnya hampir 100 persen: Toyota Kijang.Seperti diketahui, rasio kandungan komponen lokal Kijang Innova versi terbaru sudah mencapai 80 persen atau lima persen lebih tinggi dibandingkan dengan versi sebelumnya."Model terbaru ini telah diberi sentuhan desain sesuai keinginan pelanggan Indonesia. Terutama di bagian tampak depan dan belakang," ujar Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Made Dana Tangkas di Jakarta, Selasa (20/8/2013) silam.Toyota, menurut Made secara konsisten akan terus meningkatkan kandungan lokal. Hal ini dilakukan dengan cara mengundang beberapa perusahaan komponen untuk berinvestasi di Indonesia.Bahkan, Toyota Indonesia terus berusaha meningkatkan tingkat kandungan lokal seiring bertambahnya kapasitas produksi, dari yang awalnya sudah mencapai 80 persen, akan ditingkatkan lagi menjadi 90 persen.Saat ini, produksi Kijang Innova (MPV), Fortuner, Etios Valco, Vios, dan Yaris, sedikit banyak sudah memanfaatkan komponen pasokan perusahaan lokal dengan tingkat berbeda-beda.I Made Dana Tangkas mengatakan, pabrik milik Toyota, Karawang II yang memproduksi Etiso Valco, Vios, dan Limo sudah menggunakan komponen lokal 55 -60 persen. Di pabrik Karawang I, produksi Innova sudah mengandung 80 persen lokal sementara Fortuner masih 55 persen."Kami mencoba mengejar ke arah 90 persen sekitar 2014 sampai 2015 ini," kata Made, Senin (27/1/2014) lalu.
Advertisement
Toyota Kijang awalnya adalah model kendaraan niaga yang kemudian bertransformasi menjadi mobil keluarga buatan Toyota, dan merupakan kendaraan paling populer untuk kelas minibus di Indonesia. Toyota Kijang hadir di Indonesia sejak tahun 1977 dan saat ini merupakan salah satu model Toyota yang sukses secara komersial sampai sekarang. Sehingga berbagai varian dan generasi mobil ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Indonesia.Kesuksesan Toyota Kijang telah berdampak dengan munculnya mobil-mobil sejenis yang meniru konsep dari Toyota Kijang (terutama dari segi nama hewan), misalnya Isuzu Panther dan Mitsubishi Kuda serta Daihatsu Zebra. Selain di Indonesia, sebelum hadirnya generasi "Innova", Toyota Kijang juga dijual di Malaysia dengan nama "Unser", Filipina (Toyota Tamarraw/Revo), Taiwan (Toyota Zace surf), Vietnam (Toyota Zace), India (Qualis) dan Afrika Selatan (Toyota Condor Hi-Roof).Peluncuran perdana dari Toyota Kijang generasi pertama adalah pada tahun 1975, dalam acara Pekan Raya Jakarta 1975, dengan disaksikan oleh Mantan Presiden RI, Soeharto, dan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, dimana saat itu terdapat keraguan dari para perancangnya, tentang apakah Toyota Kijang dapat diterima oleh pasar Indonesia. Keraguan tersebut disebabkan karena Mitsubishi Colt merupakan jenis kendaraan yang mendominasi pasar mobil mini bus pada saat itu. Generasi pertama Toyota Kijang menerapkan konsep pickup dengan bentuk kotak mendasar. Model ini sering dijuluki "Kijang Buaya" karena tutup kap mesinnya yang dapat dibuka sampai ke samping. Kijang generasi perdana ini diproduksi hingga pada tahun 1981.Pada tahun pertama peluncurannya (1975), total produksi Kijang generasi pertama hanya berjumlah 1.168 unit. Tiga tahun berikutnya, 1978, jumlahnya meningkat menjadi 4.624 unit. Jumlah produksi Kijang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kehadiran Kijang sebagai kendaraan multifungsi atau serbaguna yang mudah perawatannya membuat permintaan terus meningkat. Toyota Kijang lahir sebagai kendaraan dengan konsep Basic Utility Vehicle. Cocok sebagai kendaraan dengan konsep serba guna dan mudah untuk dirawat.
Sejalan dengan peraturan pemerintah Indonesia untuk menerapkan konsep pembangunan ekonomi melalui pengembangan motorisasi dan otomotif di Indonesia, khususnya melalui konsep Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS).