PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) mewaspadai sejumlah titik di ruas tol Semarang-Solo, khususnya segmen Salatiga-Kartasura. Kewaspadaan dikarenakan longsornya dinding talud di kilometer 489+500, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Senin (24/12) lalu.
Pimpinan Proyek ruas tol Salatiga-Kartasura PT JSN, Eddy Priyono Baroto mengatakan selain di km 489+500, ada dua titik lain yang juga rawan longsor. Kedua titik tak jauh dari lokasi talud yang longsor saat ini.
"Ada dua lagi yang kita waspadai. Semua dekat dari sini, yang satu di sekitar rest area KM 487 dan satunya ke depan lagi di 487+200," ujar Eddy, Kamis (27/12).
Untuk sementara, pihaknya akan mengantisipasi dengan proteksi. Pengecekan juga akan terus dilakukan, karena proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan hingga 3 tahun ke depan.
Direktur Teknik PT Jasa Marga Solo-Ngawi Aryo Gunanto menambahkan, longsor dinding talud juga disebabkan adanya pembangunan konstruksi tambahan. Yakni saluran drainase di bagian bawah sepanjang di ruas tol tersebut.
Longsor dinding talud di Tol Semarang-Solo ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo
"Mungkin saluran air yang longsor kemarin itu belum sempurna karena masih baru. Saat hujan deras berhati-hati, terjadi luapan yang akhirnya menggerus timbunan rounding itu sampai amblas. Kalau bahasa Jawa-nya 'kriwikan dadi grojogan'. Dari aliran kecil lama-lama menjadi besar," katanya.
Aryo menyampaikan longsornya dinding talud bukan akibat adanya kesalahan konstruksi. Namun diakibatkan cuaca ekstrem yang membuat curah hujan tinggi.
" Ini bukan karena kesalahan konstruksi, tapi memang curah hujannya sangat tinggi. Kami pasti akan memperbaiki semua kekurangan, karena ini masih dalam masa pemeliharaan. Itu (longsor) sesuatu kejadian yang wajar," kilahnya.